Kategori Pencarian
Budaya
Antara Zaini dan Zainul: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kembali ke kabar dan bacaan sebelumnya, ketika hari ini kita menyaksikan hal yang…
Innalillah: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Aduhai, Innalillah
Bersungguh tepati
Asap dari api
Ke terang jadi bara
Aduhai,…
Majelis Sastra Riau dan Universitas Abdurrab Sukses Menaja Bedah Novel serta Pengumuman Pemenang…
Majelis Sastra Riau sebagai wadah silaturahmi seniman di Riau telah sukses menaja acara…
Gelombang Prof Embe’: Puisi Mohammad Ayyub
Sejauh memandang lautan airnya tampak tenang, debur ombak meriak perlahan. Siapa duga…
Februari Temani Aku: Puisi Bunda Swanti
Februari temani aku karena pada setiap
harinya bertengger alismatamu yang indah…
Mie Tanjung Pinang: Puisi Bambang Kariyawan Ys.
Kita akan selalu menelusuri jalan ini
Bintan ... nama yang selalu disebut-sebut beraroma…
Kelong Sunyi: Cerpen Bambang Kariyawan Ys.
Kesendirian berteman angin malam. Ditemani lampu badai Zainal menyusuri lautan.…
Taman Tamadun: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sejatinya keluarga bunyi-bunyian sebagai penghuni muka dan perut Ardha, meliputi keluarga…
Wak Wak: Puisi Wahyu Mualli Bone
Wak Wak, jarang-jarang kita kumpul serentak, apa hal ini.
Wak Wak, sedapnya cakap apa.…
Agama Hitung Cepat: Puisi Rian Harahap
agamanya adalah hitung cepat
berpacu dengan fantasi kursi
berpacu melodi senayan…
Mengenang Kepulanganmu: Puisi Bunda Swanti
Runcing rasa menusuk helai cita
Katamu lelah menjadi kepala sekolah
Lantas kau pun lulus…
Iqtibas Sagu dan Ruyung: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya.
Mengolah sagu jadi aneka santapan…
Yang Satu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Salam sua swa
Sudah mencapai pengetahuan yang satu jangan terpaksa menduakan bahkan…
Maafkan Aku Ibu: Cerpen Rendy Artha Luvian
Seorang pemuda terlihat gelisah, ia tak bisa berhenti bergerak di tempat duduknya. Matanya…
Azan: Cerpen Fauzi
Belakangan ini suara azan di surau begitu memekakan telinga. Ketenanganmu seolah diusik…