Kategori Pencarian
Budaya
Chaos Tiga Kali: Catatan Cak AT
“Chaos,” kata Presiden Prabowo, dengan intonasi berat ala jenderal yang sedang…
Senja di Surau Tua: Cerpen Marzuli Ridwan Al-bantany
Di ufuk senja yang memerah, surau tua itu berdiri seperti rahasia yang terus terpelihara,…
Halaman Gedung Senayan: Puisi Hening Wicara
Ketidakadilan telah menyeragamkan langkah mereka
Alih-alih berjalan santai ke tepi sungai…
Robot Islam: Catatan Cak AT
Pertemuan itu benar-benar tak terduga. Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saya…
Tetap Qana’ah: Tausyiah Buya Mas’oed
TETAPLAH QANA’AH
(“Selalu Merasa Cukup Dengan Ni’mat Allah”) Dari ’Abdullah bin ’Amr bin…
Ahlan, Kementerian Haji: Catatan Cak AT
Bayangkan, di negeri yang katanya mayoritas muslim terbesar dunia, urusan haji —ibadah…
Menyimak Puisi Ahmadun Y. Herfanda: Catatan Shafwan Hadi Umry
Membaca puisi Ahmadun Yosi Herfanda (Sembahyang Rumputan, 2005) kita diajak penyairnya…
Wasiat Bagi Kita Semua: Catatan Cak AT
Di Gaza, mati itu bukan kabar mengejutkan, melainkan rutinitas seperti pagi yang disambut…
Senyum Asin di Wajah Kecil: Puisi Daris Kandadestra
Di antara riuh tawa anak-anak pesisir,
ia berdiri paling sunyi—
keranjang kecil…
Catatan dari Meja Arsip: Puisi Syalmiah
di meja arsip, ia tulis luka
dari lorong sempit tak dijamah kamera
suara nelayan dihapus…
Absurd Melawan Absurd: Catatan Cak AT
Kalau ada piala dunia untuk “cara paling efektif membungkam kebebasan pers,” Israel sudah…
Merencanakan Husnul Khatimah, Meraih Bahagia Saat Menutup Usia: Tausiyah Buya Mas’oed
Husnul Khatimah, bahagia di usia senja, siapa yang tidak mau? Semua orang, pasti ingin…
Di Halaman Sunyi: Puisi Syalmiah
di halaman rumah tua, pohon jambu jatuhkan masa kecilku satu-satu
ibu jemur matahari di…
Menulis Ulang Negeri: Puisi Daris Kandadestra
Di pagi murung,
Ibu menanak nasi dengan berita korupsi.
Aromanya getir.
Ayah membaca…
Penyair Aborigin, Puisi adalah Senjata Bangsa: Catatan Shafwan Hadi Umry
Prof. Harry Aveling (kritikus dan pengamat sastra Melayu Asia Tenggara) dari Australia…