Bulan merunduk di langit malam,
cahayanya terhijab bayangan bumi.
Namun di balik redup yang sementara,
ada kuasa yang tak pernah padam.
Gerhana hanyalah tanda,
seperti ayat yang diturunkan tanpa suara.
Langit membaca dengan sunyi,
bumi menjawab dengan gemetar halus.
Betapa kecil langkah manusia,
mencari arti di balik kelam.
Sedang Allah menyembunyikan cahaya,
untuk menguji mata hati yang peka.
Tak perlu gentar pada hilangnya terang,
karena iman tak lahir dari cahaya semata.
Ia tumbuh di kegelapan,
saat jiwa berani bersujud dalam sunyi.
Waktu bergerak, bayangan pun surut,
bulan kembali dengan wajah bercahaya.
Begitulah hidup
kegelapan hanyalah singgah,
cahaya Allah kekal selama-lamanya.
Bagansiapiapi 07/09/2025