Kategori Pencarian
Budaya
Blonde Yang Menghitam: Puisi Wahyu Mualli Bone
Bleaching dulu agar warna lain lebih sesuai keinginan pasca pengaplikasiannya di rambut.…
Kidung Mengukir Hati: Puisi Kairan Hanafi
Pandangan terpaku pada parasnya.
Melihat matanya yang berkilau,
Rambut panjang hitam…
Syair Megahnya Provinsi Riau: Karya Sariana
Assalamualaikum pemula kata diucap
Semoga menjawabnya tidak gagap
Semuanya tersenyumlah…
Lambang Segan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Ada pada suatu harinya, sejak puisi puasa agak beberapa putaran benda langit, di situlah…
Keseganan Pertemanan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kamu sajalah yang pegang pena, sesuai selera. Pakai yang kamu punya bila ada, yang punya…
Gema di Keheningan Malam: Puisi Taufiiq Rahmat
Di kala malam kumulai terlelap
Sayup-sayup kudengar suara
Sejenak kumerenung
Siapa dan…
Gagal Sebenarnya: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sudah sampai ke generasi yang hampir menghabiskan tangga huruf. Sistem penanggalan sesuai…
Segelas Kopi Sore Hari Menanti Tawa: Puisi Muslih Marju
Segelas kopi diberi pemanis jualan yang laris di sore antara waktu yang lelah.
Mulai…
Deskripsi Kasih: Puisi Dewis Pramanas
Kau tabur bunga-bunga asmara
Dibalik resah yang tertanam
Bulir-bulir itu menetes…
Serenada Rahsa: Puisi Dewis Pramanas
Menjelang pagi, aku masih saja bercengkrama dengan coleteh-coletehmu yang buatku tersenyum…
Bunting Bintang: Puisi Wahyu Mualli Bone
Penghuninya jelas ada. Jauhlah memang dari daya, belum dicoba.
Sekarang sedang bunting…
Kenan Kampung Kanan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kemudian berkisar dua windu memutuskan gelar dada kerah suai kepala yang bakal tegap…
Ibu Tercinta: Puisi Delima Tri Yanka
Pujaan hatiku adalah ibuku
Wanita hebat,dalam jiwaku
Ibu,walau aku selalu saja membuatmu…
Tenunan Jengah: Puisi Wahyu Mualli Bone
Lebih cerah dari kemarin
Tanpa rayuan bintang jarang
Bersama arus keruh kusam dari…
Dancing Queen Gregoria Mariska Tunjung: Catatan Wina Armada Sukardi, Wartawan Senior
PEMAIN bulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tanjung, sekali lagi…