Tenunan Jengah: Puisi Wahyu Mualli Bone

76

Lebih cerah dari kemarin
Tanpa rayuan bintang jarang
Bersama arus keruh kusam dari sananya
Melawan cucut arusnya
Campin memanah kawanan sumpit menyertai landai

Terbenam tatapan gudas gedang benak lumpur karat memikat sesai semak semak

Jadi tandun tenunan jengah
Panjang kail timbang tali talita
Tabung relung jum’at genang lahat
Bait rayuan bintang madhi madhat
Bakat bukit layu asin ulayat

Usai gerai mandi lumpur kelat
Mengarat beling pinggan cawan ayan

Bening hujan kembali temankan payau menyusul deras asin buih selari ke Utara

Selatan tinggal sebahu
Timur tinggal sedada
Barat tinggal batu batu

Nganga tanah rekahkan jendela duktus membujuk aorta Al-Janub Al-Syarqi

Lebihnya tera mera

Sungai Pakning, 1 Agustus 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan