

Saat hatimu patah berkali-kali pada manusia, janganlah bersedih, sebab bisa jadi yang ada padamu adalah cinta langit. Cinta itu tidak bisa tumbuh di hati manusia, ia hanya akan mekar di taman surga bersama Tuhannya.
Siang tadi ada perkataan seorang Ustadzah yang membuat saya termenung panjang. Di perbincangan itu orang-orang menanyakan kondisi saya saat ini, bagaimana keluarga dan sebagainya. Sebuah kata pamungkas dari sang Ustadzah, “Alhamdulillah sekarang Sugie sudah punya yang lebih baik dari sebelumnya, Allah dan Al-Qur’an yang menemani.”
Perkataan itu sangat dalam maknanya bagi saya. Saya pun menangis panjang dalam perenungan.
Ketika Allah mematahkan hati pada manusia berkali-kali, maka di sanalah ada kasih sayang dan cinta Allah yang tersembunyi.
“Kamu mungkin tidak menggenggam cinta manusia seperti orang lain, tetapi cinta Tuhanmu lebih luas ketimbang dunia dan seisinya,” saya meneteskan air mata cukup panjang.
Tentang Cinta Langit
Di dunia ini ada manusia yang memiliki cinta sangat dalam, sangat tulus, dan sangat totalitas. Ia bisa memberikan apa saja pada yang ia cintai, ia rela berkorban, ia bahkan rela tetap mencintai meskipun telah dibenci.
Ternyata sayangnya manusia itu salah. Cinta yang demikian bukanlah cinta yang semestinya diberikan kepada manusia dan kepada dunia. Cinta itu adalah cinta untuk Allah, maka Allah pun cemburu padanya.
Dipatahkan hati manusia itu berkali-kali, dijauhkan manusia itu dari cintanya manusia. Agar apa? Agar manusia itu sadar atas kesalahannya dan kembalilah ia pada Sang Maha Pecinta.
Cinta langit tidak bisa diterima oleh makhluk bumi, cinta itu hanyalah cinta tanpa batas yang hanya layak untuk Allah saja.
Jadi saat engkau memberikan cinta langitmu pada manusia, maka akan ada-ada saja penyebab ia patah. Kadang hal yang tak kau sangka dan tidak terpikirkan olehmu pun bisa terjadi. Benar-benar di luar logika manusia.
Semua itu terjadi karena cintanya Allah padamu. Ia ingin engkau kembali meletakkan cinta padaNya. Cemburunya Dia padamu adalah cinta dan sayangnya. Ia ingin hatimu lebih kuat bersamaNya.
Maka teringatlah saya pada Robiatul Adawiyah, dialah sang pecinta langit. Dialah yang bisa meninggalkan cintanya pada manusia dan dunia ini.
Tuhanku, ampunilah aku.
De Daikos, 19 Maret 2025