Kau duduk di kursi nomor satu
Berjalan menelusuri jalan yang panjang
Di penghujung jalan telah ada yang menanti
Sepanjang jalan ia bersenda gurau
Memadu kasih bagai dunia milik berdua
Setiap perbatasan engkau minta
diabadikan dalam potret
Tapi, tujuan hampir sampai
Kebahagiaan berubah menjadi duka
Maut menjemputmu dan seorang buah hati
Yang duduk tepat di belakang kursimu
Kau tergeletak dan tak bergeming
Jalan lintas timur menjadi saksi
kepergiannya
Mengapa gagak tak memberi kabar, jika ia ingin pergi.
Sosok wanita itu terasa tak berdaya
Melihat orang terkasih pergi di depan mata
Pergi dan tak akan kembali lagi
Rindu yang mendalam selalu menghampiri
Hanya doa pada sang pemilik bumi
Mencoba menepis duka dalam setiap kenangan
Jika rindu kian menyapa
Ia hanya bisa memeluk pusara.
Pematang Tebih, 19 Juli 2023
Erlindawati. Beliau merupakan seorang jurnalis di Lenggok Media Production (LMP) Rokan Hulu. Beberapa karyanya termuat dalam antologi puisi Organ Mawar, Benih-benih Suram, Fetussaga Menanti, dengan judul puisi Benih-benih Suram dan Dodol Jadul Nenek. Saat ini aktif sebagai tenaga pendidik Bahasa Indonesia di SMPN 2 Rambah Samo, Kab. Rokan Hulu. Penulis bisa dijangkau melalu WA: 082327366009, FB: Erlinda Wati, IG: @werlinda12_juer.