Lukisan tawa tergambar di rautku
sembari ku langkahkan kakiku
Di semerbaknya taman bunga iris indah itu
Teringat Kurawat benih bersama sendu
Menyiraminya dengan air yang ku tandu
Walau bermandikan peluh memasang tawa palsu
Kerap ku dicibir,
oleh langit yang menaungiku
Hanya benalu yang membuang buang waktu
dan hanya melakukan yang tak perlu
tak hanya itu,
kata katanya pun merobek sembilu
menudingku tak tau malu
ucapnya “tanpa air hujanku,
taman bungamu tak akan seindah itu!!”
Apa salahku?
Tak bolehkah ku nikmati upayaku?
Gelimang hasrat dan asa yang ku tanam bersama benih itu
Meski berpeluh, namun tak pernah jemu
Tak pantaskah ku tuai dengan senyum haru ?
Netraku sayu, ku tatap langit yang kerap merutuki ku itu dengan nafas memburu
Menyebutku dungu, sebab tersenyum ketika waktu mengizinkan ku tuk memetik buah dari benih kesayanganku
Seringai pilu kini menggerayangi wajah, karena air hujan itu beracun aniru
Serupa pemburu, hendak merampas aku dari kata hidup, seolah aku hanya boneka yang luluh dalam sedu sedan bisu.
Pekanbaru, 18 Mei 2023
Naufal Ramadhan Yonma Kelahiran Ujung Batu, 03 Oktober 2007. Suka Traveling, dan menghalu. Siswa Kelas X.2, SMA Cendana Pekanbaru. IG: @nflrmdhn._