Kue Cubit: Puisi G1P4W

127

getir dunia menyesakkan raga
membawa petaka dalam senyum bahagia
mengurai senja di peraduan sudut anjungan
terisap tiap letupan gemuruh ombak
agar menjadi penenang ketika dicubit oleh-Nya
bagai menyeduh secangkir kopi tanpa terpikir
pekatnya kelabu perangai dalam elegi rindu
saat tersungkur di belantara fatamorgana
dari kebisingan para penikmat dunia

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Doa di Kotak Suara: Catatan Cak AT

Surabaya, 4 Juni 2024

G1P4W. Lahir di Jember, 6 April 1986. Menulis puisi sejak 1998. Ia suka menulis, membaca, dan mengaji. Puisi-puisi masih dimuat ig pribadi, pada beberapa buku antologi event, dan catatan pribadi. Aktif di Asqa Imagination School (AIS) #46. IG: @kimonogruvy

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan