Mahasiswa KKN UNRI Desa Pulau Permai Mengajak Warga Memanfaatkan Daun Pepaya sebagai Pestisida Nabati

241

            Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau mengadakan sosialisi kerumah-rumah warga mengenai pembuatan pestisida nabati yang berbahan dasar dari daun pepaya Desa Pulau Permai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

            Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan baik dari daun, biji maupun akarnya yang mampu mengendalikan serangan hama pada tanaman. Tanaman yang berpotensi sebagai bahan pesttisida memiliki ciri beraroma kuat, rasanya pahit, tanamannya jarang dihinggapi serangga dan dan dapat dijadikan sebagai tanaman obat. Sejumlah tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati seperti daun pepaya, bawang putih, daun sirsak, akar tuba, daun tembakau, daun mimba, jarak pagar, suren dan sebagiannya.

            Kegiatan KKN mahasiswa ini dilakukan dalam rangka supporting kesehatan masyarakat Desa Pulau Permai yaitu memanfaatkan daun papaya sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama pada tanaman jambu. Tanaman jambu merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh warga Desa Pulau Permai. Dipilihnya daun papaya, karena tanaman ini memiliki potensi sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan serangga hama selain itu tanaman ini juga mudah didapat.

            Selama ini daun papaya hanya jarang dimanfaatkan oleh warga karena memiliki rasa yang pahit. Oleh karean itu KKN Universitas Riau melaui program pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi kerumah-rumah warga mengajak warga dalam pembuatan pestisida nabati dari daun papaya.

Tulisan Terkait

Katastrofe HAM: Catatan Cak AT

Berita Lainnya

            Menurut kotaro Konno et al., (2004) bahwa getah pepaya (Carica papaya) mengandung kelompok enzim sistein protease seperti papain dan kimopapain, serta menghasilkan senyawa-senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid dan asam amino yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan. Senyawa-senyawa tersebut dapat bersifat racun kontak, racun pernapasan dan racun perut bagi hama.

            Tujuan dari program tersebut yaitu untuk memberikan pengatahuan dan kesadaran kepada masyarakat  mengenai pemanfaatan daun papaya sebagai pestisida nabati juga dapat menjadi alternatif pengganti pestisida kimia yang dapat mencemari lingkungan, membunuh musuh alami, resistensi hama dan mengganggu kesehatan mausia.

            Pelaksanaan program ini berupa sosialisasi kerumah rumah warga Desa Pulau Permai, pembagian brosur, pembagian sampel pestisida dan penyampaian materi oleh Trifosa Indriani Mahasiswa program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Riau.

            Harapan setelah dilakukan kegiatan ini warga dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam skala rumah tangga maupun dalam bidang pertanian, sehingga dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berdampak negatif bagi kesehatan.

Penulis:  Tulus Malvin Nainggolan (Ketua), M. Fadillah Zaafa Anaqi (Koordinator Lapangan), Rindu Tesaniya Amanda (Koordinator Lapangan),  Satrya Dirgantara (Hubungan Masyarakat), Angel Agnes Lovina (Hubungan Masyarakat), Dinda Ardelia Ramadhani  (Bendahara),  Riau Dela Islami Putri (Sekretaris), Trifosa Indriani (Sekretaris), Raihanah Ulya (HID), Nur Aini Nasution (HID).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan