Warna Kehidupan | Puisi-Puisi Listio Wulan Nurmutaqin

207

WARNA KEHIDUPAN

sehampar putih yang luas

barangkali adalah kebenaran

yang terang di hening malam

dan aku seorang buta yang tak mengenali

Setelah warna-warna cerah telah lama di bawa pergi

oleh kegelapan yang menghalangi

 aku tersungkur berkali-kali

doa-doa terpental dari biru langit

jatuh ke bumiku yang kelam

kehidupan seperti memilih sekotak krayon warna-warni

dan kumiliki hanya cokelat kesunyian

hitam yang dominan, memenuhi lembar-lembar perbuataan

tapi aku seorang buta yang tak mengenali

kuning keceriaan hati atau jingga harapan

Tulisan Terkait

Katastrofe HAM: Catatan Cak AT

hidup seperti warna-warna asing

yang alpa kupandangi

Tambun, 2022


SAJAK SANG IKAN

Aku mencintaimu seumpama ikan-ikan yang bersedia terjaring oleh nelayan

Dan rindu adalah ombak, yang berulang kali mendebur teluk harapan

Sepasang matamu adalah segara

Aku ingin berenang dan menyelam

Barangkali aku adalah ikan dan kau nelayan

Dan  badai adalah kecemasan, yang berulang kali ingin menghempaskan

Di dadamu terumbu keabadian

Aku ingin bermain dan tinggal

Tambun, 2022


  • Listio Wulan Nurmutaqin, kelahiran Brebes yang kini tinggal dan besar daerah Bekasi. Aktif bergiat di Kelas Puisi Bekasi (KPB), Kelas Menulis Daring (KMD). Kelas Puisi  Alit (KEPUL). Beberapa puisinya telah dimuat di Radar Pekalongan, Radar Kediri, PCNU Sumenep, Bicara News dan berbagai media cetak maupun online lainnya.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan