

sehampar putih yang luas
barangkali adalah kebenaran
yang terang di hening malam
dan aku seorang buta yang tak mengenali
Setelah warna-warna cerah telah lama di bawa pergi
oleh kegelapan yang menghalangi
aku tersungkur berkali-kali
doa-doa terpental dari biru langit
jatuh ke bumiku yang kelam
kehidupan seperti memilih sekotak krayon warna-warni
dan kumiliki hanya cokelat kesunyian
hitam yang dominan, memenuhi lembar-lembar perbuataan
tapi aku seorang buta yang tak mengenali
kuning keceriaan hati atau jingga harapan
hidup seperti warna-warna asing
yang alpa kupandangi
Tambun, 2022
Aku mencintaimu seumpama ikan-ikan yang bersedia terjaring oleh nelayan
Dan rindu adalah ombak, yang berulang kali mendebur teluk harapan
Sepasang matamu adalah segara
Aku ingin berenang dan menyelam
Barangkali aku adalah ikan dan kau nelayan
Dan badai adalah kecemasan, yang berulang kali ingin menghempaskan
Di dadamu terumbu keabadian
Aku ingin bermain dan tinggal
Tambun, 2022
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com