Meracik Rindu di Kota Medan: Puisi Hanani

116

Angin semilir bawalah rinduku pada ranumnya kota Medan penuh suka dan duka bercampur riang berasa dan terasa
Beragam adat terukir di sanubari membersemai kemeriahan perjalanan yang sakral ini bertujuan Menyala Aman dan Amanah
Di penghujung kota
Serumpun rindu terurai menyatu padu pada gaungnya Danau Toba
Menunggu dengan kisah kasih terpadu
Akankah rindu ini dijadikan pelipur lara yang abadi duhai ombak bawalah rindu ini dengan Riak gelombangnya cinta temaram hati buih bertabur syahdu nyanyian sunyi tak akan berisik lagi dengan rindu semoga saja petualang ini menjadi suratan di penghujung usia.

Berita Lainnya

Danau Toba, 16112024

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan