Ufuk Mentari, Merdeka atau Kiri: Puisi Yehezkiel Sihombing

13

Sinagoga militer menjerit gaduh,
sorak yel-yel TNI menghentak pasti.
Telah lahir Ibu Pertiwi
dengan AK-47 mengecup nadi.
Akankah merah putih naungi Melanesia abadi?

Di antara atap debu beralas daun ubi,
juga pagar-pagar sagu, penambah gizi.
Rayakanlah kehadiran, wahai elit, rakyatkanlah juga.
Masih banyak esensi berjuang
agar eksistensi cukup manusia
untuk dianggap hadir sebagai NKRI.

Di balik layar HP, tarian dan seruling menguntai.
Ada pilu tersembunyi dalam periuk kosong, dapur memuai.

Akankah kami masih berdamai?
Rakyat Papua terlunta-lunta.
Haruskah mati melepas diri
walau jiwa ternista kiri?

ACEH, 27 Mei 2026

Dalam naungan merah putih jua label nama NKRI
Sehidup semati.
Duka terus bergulir silih berganti, merah putih ternyata menghina kami.
Akankah emas masih menetas? Di tengah gelombang korupsi, kolusi, dan nepotisme elit papan atas.
Mari berdoa untuk Papua, mari berdoa untuk Indonesia.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan