

Saya paling sering ditanya, bolehkah menulis soal cinta? Nulis neraka aja boleh, apalagi menulis cinta yang indah. Saya tertawa.
Orang-orang melihat wajah saya ini mungkin sangat saklek dan killer. Takut nulis macam-macam kalau sama saya. Nggak semengerikan itu. Cinta kan fitrah, saya juga merasakan cinta, tentu dalam tulisan boleh-boleh saja cinta itu ditulis.
Pertanyaannya, bagaimana menuliskan cinta dalam cerita?
Secara singkat saya jawab, cinta akan semakin indah kalau ia menjadi bumbu-bumbu. Kenapa? Apa tidak boleh menulis cinta secara mutlak dari lead sampai ending?
Ada banyak alasan. Dalam persepsi saya, cinta ibaratnya bumbu masakan yang bisa dihadirkan dalam semua tema. Bahkan kisah pejuang di dalam penjara pun jika dibumbui kisah cinta akan menjadikan cerita itu lebih humanis dan berkesan. Jika cinta dijadikan bumbu dalam cerita, maka penggarapan tema bisa lebih luas, lebih edukatif, dan pastinya lebih disukai oleh khalayak.
Perpaduan beberapa tema dengan bumbu cinta akan semakin indah dan berkesan di benak pembaca.
Realitasnya hidup kita ini juga tidak melulu soal cinta, jadi dalam tulisan pun begitu. Cinta bisa dihadirkan dalam porsi yang tepat untuk membuat tema-tema yang lain lebih bersari.
Bagaimana dengan cerita anak? Jenjang SMP misalnya. Dalam diskusi bersama pakar bahasa dan para juri di Badan Bahasa, pada jenjang SMP kisah cinta bisa diarahkan pada kekaguman. Misalnya Ani kagum dengan Rojak. Lirik-lirik dan merasa senang saat ngobrol, bertemu dan sebagainya. Jenjang SMP diperbolehkan demikian.
Tentunya tanpa ada adegan fisik atau kisah cinta yang lebai dan mendalam. Di jenjang SMA pula sudah mulai menaruh rasa suka. Berjanji ini dan itu ala remaja, tetapi dipastikan tidak ada adegan fisik atau verbal yang mengarah pada tindakan pornografi. Mira berjanji dengan Ahmad untuk kuliah bersama karena ada perasaan kagum di bangku sekolah. Cukup di situ akan lebih indah jika diarahkan pada tema-tema yang lain.
Ya, cinta menjadi jualan tema sepanjang masa. Namun, jika tidak pandai-pandai menggarap dan memasukkannya, cerita kita akan biasa saja atau bahkan menjadi sesuatu yang dilarang.
Jangan lupa menulis hari ini, ya.
De Daikos, 22 Oktober 2024
Terima kasih. Inspiratif! Boleh di tulisan berikutnya membahas tentang contoh buku yg bagus menggambarkan kisah cinta remaja.