Hembus padu angin mengepak layar lewat samudera-samudera
Dari Mesopotamia bahtera melaju terdampar di pulau-pulau
Nusa semakin maju pada masa perunggu, nekara di dupa panggil lilin bertemu pada khidmat petunjuk wahyu, Ki Nazam rubuhkan lelah hati disingsing sujud bermelodi sunyi
Terjerang bejana-bejana menadah hujan bersenggama dalam lautan lumpur merayu Ni Esa dalam mimpi basah, menyayun lembut halus panjang rambut
Melodi cinta sang muda yang ingin mudinya menyatu pada satu suhu
Sepasang moyang
meminta izin bumi mengamini pesta jasa
Pesan-pesan cinta tercatat pada tulisan paku, dinding rahmat mengilhami adat manusia pada masanya
Akhir dari prasejarah, buta aksara tak lagi ada
Kisah-kisah epik menyemai peradaban perundagian, masyarakat mulai bertani dan bercocok tanam
Sepasang moyang pada masa cintanya
Berhasil mencipta karsa budaya Nusantara
Rantauprapat, 24 Februari 2024
Yenni Reslaini. Lahir di Merbau, 14 Juni 1990. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris – UNIVA Labuhanbatu. Anggota FLP Cabang Labuhanbatu sejak 2015. Menulis 1 novel dan terbit di tahun 2020 TAKDIR ILALANG, oleh penerbit Ahsyara. Menulis 1 buku Kumpulan puisi MEMBATAS LUKA MENGIKAT LARA, terbit Desember 2023. Saat ini sedang ikut kelas puisi di Asqa Imagination School (AIS) angkatan 43.