Oleh: Kang Thohir
“Beri satu cahaya untuknya, kelak cahaya itu akan menerangimu juga.”
_______
Ada baiknya kita yang mengalah dalam kesunyian biar merasakan apa arti kedamaian dan kenyamanan. Biar burung-burung berkicau berbunyi nyaring, anggaplah itu sebuah alunan musik yang syahdu. Ketika emosi memuncak cukup dengan diam, karena tak perlu dibahas atau dibalas. Biarlah waktu yang akan berbicara dan menentukan. Terus berbuat kebaikan, walau kebaikan itu tak dianggap. Kecilkan suaramu dan tinggalkan semuanya yang membuatmu terusik. Tataplah masa depan yang membuatmu cerah, layaknya matahari di pagi hari bersama sang bayu yang berhembus di tubuh yang gerah dan gelisah.
Gairah hidup akan menepi dan siap berlayar di samudra. Ada nakhoda yang siap mengantarmu pergi kemanapun yang kau tuju. Berlayarlah sampai menemukan tujuan itu. Berkawanlah dengan alam sekitarnya, biar kamu tahu betapa besarnya keagungan Tuhan, yang tak bisa kamu ungkapan oleh kata-kata. Bersandarlah kepada-Nya biar kamu mendapat petunjuk dari-Nya dari perjalanan itu yang kamu tuju.
Terkadang sulit untuk menempuh jarak yang banyak tantangan dan rintangan, apalagi cuaca ‘tak mendukung. Di situlah tahu di mana kita akan menemui yang namanya cinta dan hikmah. Bersungguh-sungguhlah dalam melangkah pada suatu kebaikan yang mulia, agar ‘tak berbelok. Berlapanglah dada untuk meraihnya, biar hatinya kondusif.
Brebes, 22 Januari 2026