Segelas Kopi Untuk Adik: Puisi Yehezkiel

33

Di hadapan pekat sembilu, tertuang penuh segelas kopi mengepul keluh. Aduk sembilu-mu adikku sayang, tatkala semerbak dilema kemiskinan gerayang sejengkal perutmu.

Walau dunia nista tertawa di balik kemelutmu, tertawalah adikku. Pahitnya kopi menemani cengkrama imaji liar kita, curilah sedikit tembakau milik pencipta, sebab kaki kita berlumur puntungan rokok dari surga.

Berita Lainnya

Kekang | Puisi Nurul Anisya

Seruputlah selagi panas, mungkin neraka tak seburuk wacana budak sabda. Duhai, adikku, genggam erat gelas kopimu, di jagat fana surga dosa ini, lahaplah sumpah para nabi, sahabat karibmu bersama kopi.

Aceh, 8 Juli 2026

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan