sedekat sepi
remang sekeliling
azan telah memberi
penanda sujud diri
bakti tubuh di ubin dingin
setumpuk catatan dosa
membumi bersama jiwa
dimurnikan ayat-ayat
memasuki denyut dada
inilah pengakuan
kepada yang murni
segala kini terasa
hanyut dan tenang
sirna tekanan – jejak kasih-Nya
ingatan sepanjang jejak
kelana jauh seorang pencerah
rimba ke rimba
rawa ke rawa
bukit ke bukit
ditempuhnya duka
meneguhkan amanah
di tanah Bintoro ia bercahaya
sujud ini
bakti kepadaMu
hakikat manusia: kesejatian cuma
Kadilangu, 2022
Mohammad Iskandar, penulis puisi kelahiran kota wali Demak. Mengelola grup sastra online KEPUL dan Ruang Kata. Instagram: moissania, Facebook: Mohamad Iskandar