Karta Karti: Puisi Wahyu Mualli Bone

71

Pancang pancang telah dicabut beralih dengan pancang pancang baru yang lebih panjang memalangi peluang jenaka jajahan zaman ke zaman.

Bukan niat kesetaraan derajat, bukan semburat sumpah serapah. Diam-diam memeluk maksud rusuk, Tenang-tenang mendulang sifat kaum bidang, naluriah kaum indah pinggang.

Bukan kebetulan karta, bukan tiba-tiba karti. Karta karti menjenguk nenek moyang, menimbang cicit jelang tilang bayang-bayang dinamis lidah ke lidah yang acap memusnahkan hulu sejarah.

Karta karti mengulur pekerti pada kaumnya, pendamping bahu bidang.
Memetik sesuai ladang, bersuara sesuai banding.

Indah pinggang bukan tandingan bahu bidang.

Pulau Bengkalis, 22 April 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan