Pucuk Kata : Sang Penjarah Bumi – Adrian Arif

Pengasuh :Bambang Kariyawan Ys

Sang Penjarah Bumi

Kusadari
Kini pagi tak lagi memberi sejuk
Dibalik cakrawala, sinar mentari tak lagi menyinari bumi
Pepohonan-pepohonan tak lagi tumbuh bebas dan rindang
Bunga-bunga tak lagi berkeliaran dan mekar
Tumbuh-tumbuhan kini hidup gersang
Haus menderita merasakan pahitnya kehidupan

Namun, semua itu bukan salah bumi
Melainkan mereka yang haus akan kekuasaan
Layaknya benalu yang menempel pada tumbuhan
Tak bersyukur akan nikmat yang diberikan oleh tuhan

Mereka hanya diam menikmati kecerobohan
Membiarkan pabrik melepas polusi yang terus terhirup tanpa sekat
Simfoni bumi pun ikut melumat
Rusak bumi karena kehancuran
Mengganti lahan atas nama pembangunan
Padahal mereka hanya menumpang
Namun, mengapa mereka tega melakukan hal demikian

Apakah kita sadar?
Bahwa bumi sudah mulai pudar
Lihat dan rasakan derita bumi
Pelampiasan para penjarah yang serakah akan materi
Mendominasi semua lahan, gila akan substansi

Kini, selamatkanlah bumi yang kita cintai
Hidup di bumi hanya sekali
Gantilah keegoisan dengan toleransi
Maka hidup akan lebih harmoni
Disertai keindahan alamnya nan asri

Duri, 2021

Adrian Arif
SMAS Cendana Mandau

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan