Sehelai Bunga Daun | Puisi-Puisi A. Farhan

299

SEHELAI BUNGA DAUN

:Kh hamidi hasan

Di makbaroh suci itu

Selalu saja jadi bahan obat rindu

Meski arwahmu adalah sejarah

Aku tak pernah layu mengurasnya dengan sujud

Atas sekelilng sunyi di pangkuan tuhan

Bunga yang menghias warna sorga

Seakan tak nentu makna

Berkibar melambaikan doa

Tunduk pasrah melabuhi barokahnya

Sekali hempasan bergejolak

Tak satupun awan berangkat redup

Dari ruang kemarau insan

Terus rukuk mencari jalan

Dapatkah aku hafalkan

Tentang sabda yang dulu di torehkan

Mengiang dalam sanubari batin

Tetapi untung syukur jagat raya menghiasnya tanpa imbalan

Sabda alam, 2021


DI CENDELA TUA

Biarlah puisiku jadi angin

Satu rangkuman para nelayan 

Yang angkuh bertanam cinta

Bersamaan di ombak jingga

Laksana perahu berayun-ayun jingga

Rahim dunia angkasa

Tak gettar laut berteriak malu

Meluap kepakaian rakyat

Kau hanya melihat di cendelak tua

Berserahkan tawa meraung-raung

Peristiwa tahun lalu

Masih mengikat di tubuh subuh

Dingin dan kelaparan jadi sunyi

Kau malah senang setiap detik

Tapi tak kasihan pada pribumi

Sabda alam, 2021


Tulisan Terkait
Berita Lainnya

DAHSYATNYA SENJA

Bagi penyair

Senja renungan paling dahsyat

Bermunajad pada rupanya

Tak utuh bila  di gambar ulang

Mungkin seperti awan yang elok

Ketika di sentuh lembut

Terpandang kacau

Sabda alam, 2021


ELEGI JUNI

Tak ada nasi untuk kami makan di pagi hari

Hanya ciuman ilmu suci

Menjadi pelukan anak negeri

Tak ada nasi untuk kami makan di sore hari

Hanya hamparan senja

Tercantum di kelopak mata

Tak ada nasi untuk kami makan di malam hari

Hanya ukiran puisi

Yang tersirat dalam mimpi.

Lubtara 2021


MEMELUK RASA

Meski tubuh kerontang memeluk rasa

Risau masih menguai singgasana

Di pelupuk aksara

Di luas alam cinta

Meski sengketa mencicipi rasa

Hingga menginjak jalan dosa

Aku ajak kunang-kunang yang tabah

Dan semesta akan mengurai air mata

Sementara derita

Masih memburu dalam semak-semak waktu

Di dekap oleh cumbu rayu

Di goda oleh luka yang tiada.

Lubtara 2021

  • Pustakawan Pondok Pesantren Annuqayah. Lubangsa Utara Pengurus  Sanggar Sabda dan Sanggar GSK (Gubuk Sastra Kita)  menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Tahfidh Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan