Enggan Duduknya Goyah | Puisi : Ade Puspita Ningsih

179

Enggan Duduknya Goyah

Di kaki-kaki lembah

Pada harap yang rebah

Oleh penghujung salah

Tertebus tumpah ruah

Di sudut usia yang pasrah

Pada mohon yang muntah

Muak oleh para bedebah

Yang menjadi gulma serasah

Di tangga kaum rendah

Mencuci wajah dengan darah

Memanggang tulang yang gerah

Di paksa pula tunduk pada masalah

Tanduk-tanduk para bedebah

Moncong-moncong tanpa salah

Memampang diri berkerah

Tak mau duduknya goyah

Kacau balau terlengkap kalah

Pada kaki tangan bergetah

Yang mengait janji dan marwah

Namun dilupa tersebab telah singgah

Pada tubuh tegap wajah cerah

Tak menghirau pikiran dan celah

Hanya putusan yang menjajah

Kaum-kaum awam yang resah

Ade Puspita Ningsih atau yang akrab disapa Ade, kelahiran 17 tahun yang lalu di desa Sialang Rindang. Ia merupakan seorang siswi di salah satu sekolah menengah atas di kabupaten Rokan Hulu, Riau. Ia juga tergabung dalam komunitas FLP Rokan Hulu. Ia sangat menyukai dunia tulis menulis dan sedang di fase belajar.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan