Puisi Alang Dilaut

203

Sepotong jiwa,
tenggelam,
dalam gelombang birahi,
hanyut pada pohon waktu,
yang tak berhenti menangisi jasadnya.
Hingga ejakulasi menghentikan sebuah mimpi
yang tak lagi bermasturbasi ……

Tulisan Terkait

Katastrofe HAM: Catatan Cak AT

Berita Lainnya

Puisi Revandra Maliq Rihardi

(Alang Dilaut, Dabo, 03/02/24)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan