Bocah tujuh tahun yang menahan tangis.
Bongkahan amarah seolah merengkuh senyuman.
Asa yang terbengkalai menyibak kesenyapan.
Apakah kamu tahu mengapa?
Iya, dia terkhianati oleh sang ayah.
Semua perisai tercerai berai bak kertas lapuk.
Sampai suatu saat, ada kata candu bermain di bibir.
Tidak, aku tidak kenal pria itu.
Perlahan, sangat perlahan hati mulai tertutup.
Apakah ada dendam di sana?
Hanya dia dan Tuhan yang dapat melerai keangkuhan jiwanya.
Kadangkala sorot keemasan di mata menciptakan ilusi.
Namun, rengkuhanku akan selalu mematri hati untuk kembali bersatu.
Berharap, secarik rindu untuknya yang terluka, dapat membirai senyum kembali.
Hongkong, 24 Februari 2023
Anjar Pusvitasari. Kelahiran Tulungagung, 16 Mei 1992. Ia mulai menulis aktif sejak 2022. Ia seorang BMI di Taiwan dari tahun 2012-2018 dan di Hongkong dari tahun 2019-sekarang. Ia sudah mempunyai 2 novel solo, yang 1 terpilih sebagai juara 1 dan satunya juara favorit, serta puluhan antologi cerpen. Baginya, ilmu tidak sebatas di sekolah, meskipun sering muncul rasa insecure dengan status pekerjaan dan tingkat pendidikannya. Fb: Anjar Vi. Ig: aanjar_vi