Ledakan Sambut Pemerintah Baru Yaman saat Mendarat di Bandara

JAKARTA – TIRASTIMES || Ledakan hebat yang mengguncang Bandara Internasional Aden, Yaman, pada Rabu (30/12) dan menewaskan setidaknya 26 orang serta melukai lebih dari 50 orang lainnya.
Ledakan itu terjadi tak lama setelah pesawat yang mengangkut menteri kabinet pemerintah baru Yaman tiba dari Arab Saudi.
 
Di Saudi, Perdana Menteri Maeen Abdulmalik dan kabinetnya baru dilantik oleh Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang berlindung dari konflik dengan pemberontak Houthi di Yaman.
 
Hadi melarikan diri ke Riyadh setelah Ibu Kota Sanaa jatuh ke tangan pemberontak Houthi pada 2014 yang merupakan awal perang sipil di Yaman pecah.
 
Beberapa jam setelah ledakan di bandara terjadi, ledakan kedua terjadi di dekat Istana Kepresidenan Maasheq, Aden. Ledakan itu pun terjadi ketika para menteri dan Abdulmalik tiba di istana tersebut.
 
Namun, kedua ledakan itu tak melukai rombongan kabinet pemerintah Yaman. Sebagian besar korban merupakan pekerja kemanusiaan dan pejabat pemerintah.
 
Abdul malik menyatakan dia dan kabinetnya “dalam keadaan baik”. Ia mengutuk keras serangan “teroris” tersebut sebagai “berbahaya” dan “pengecut”.
 
Rekaman CCTV memperlihatkan ledakan besar terjadi ketika para rombongan pemerintahan Abdulmalik mulai turun dari pesawat.
 
Kerumunan massa yang semula hendak menyambut kedatangan Abdulmalik dan rombongannya segera berlarian menyelamatkan diri. Asap tebal terlihat mengepul terminal bandara.
 
Rentetan tembakan juga terdengar tak lama setelah ledakan pertama berlangsung.
 
Sementara itu rekaman video yang diambil AFP menunjukkan ledakan itu tampaknya disebabkan oleh rudal yang menghantam apron bandara.
 
Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Pihak berwenang juga belum menjelaskan sumber ledakan.
 
Namun, kabinet Abdulmalik menuding ledakan itu didalangi oleh kelompok pemberontak Houthi yang selama ini menentang pemerintah resmi Yaman.
 
“Kami yakinkan Anda bahwa serangan teroris pengecut oleh milisi Houthi didukung Iran ini tidak akan menghalangi kami melaksanakan tugas patriotik kami,” kata Menteri Informasi Yaman Moammar al-Eryani.
 
Pernyataan serupa juga diutarakan Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed bin Mubarak.
 
Ledakan di Yaman ini menambah daftar insiden berdarah yang melanda negara di Timur Tengah itu dalam beberapa tahun terakhir.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap perang sipil Yaman merupakan krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah dunia. Puluhan ribu orang dilaporkan tewas akibat perang tersebut. (hs/cnni)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan