Ironi Hati | Puisi : Dian Riasari

Tulisan Terkait

Puisi Hening Wicara

IRONI HATI

Seonggok rindu nyalakan lengang di keramaian

Sepanjang jalan berpayung rimbun mahoni

Kayuh langkah menuju tempat pengabdian

Barakan tanur agar sanggup bertahan

Dari musim yang basah, sebasah bola mata

Bintang cita-cita berkedip di jumantara

Lompat, terbang, meminjam sayap elang

Agar dapat rengkuh terang

Hingga manis terpetik, bintang kubawa pulang

Tapi entah, batin ini nelangsa, sunyi terasa

Ironi hati meronta tumpah

Apa guna jika terpisah

Kutinggalkan kota penoreh luka bergetah

Cinta, ronamu membuat gundah.

Malang, 17 November 2022

Dian Riasari, lahir dan tinggal di Kota Malang, Jawa Timur. Tertarik pada puisi dan bergabung di Community Pena Terbang (COMPETER). Juga mendulang ilmu di Kelas Puisi Online (KPO) dan Asqa Imagination School (AIS). Karya puisi atau cerpennya dimuat di media online: Ngebut Kata,  Riau Sastra, Kabaran, Negeri Kertas, Lenggok Media, Hari Puisi, Jurnal Tinta, KKR Bali, Pahatan Sastra, Kompasiana.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan