Semak belukar seperti tertawa padanya
Ia memang kesepian
Sendiri
Tangkainya menjuntai lembut, seakan tiada gairah
Kelopak-kelopak tipis merona lila
Seolah penuh senyum
Senyum sepi
Akar belukar telah menghimpit
Mengikat sebagian tangkai
Bagaimana bicara pada rumput ilalang
Mereka menjauh tertiup angin
Angin juga membuat kelopak meringis ompong
Hari ini ujung kelopaknya memerah dan marah
Tangkai lembut penuh duri
Mengeras dan panas
Ingin menusuk hati para belukar
Ia rapuh
Namun tetap cantik
Indah anta permana
Jakarta, 13122022.03.49 WIB
Ika Yuni Purnama, lahir di Yogyakarta, 26 Juni. Sarjana Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Master of Humaniora Pengkajian Seni Pertunjukkan dan Seni Rupa, Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Doktor Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) Semarang. Profesi yang ditekuni hingga saat ini sebagai Desainer Interior beberapa bangunan hospitality dan eksibisi serta dosen Fakultas Seni Rupa Dan Desain Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com