Syair Di Surga Memadu Cinta – M. Rizal Ical

Syair Di Surga Memadu Cinta

Bismillah Awal bermula syair
Bersama gerimis tetes mengalir
Bunyi jangkrik menyirat sindir
Usah peduli ejekan pandir

Selesai Tarawih menjelang larut
Kelana khayal berkayuh hanyut
Lentik jemari seakan turut
Senandung syair ilham berpaut

Jika neraka sumber bencana
Takjub cerita surga pesona
Allah bijak mengatur rencana
Semua tercipta rapi sempurna

Surga berasal bahasa sanskerta
Bermakna kayangan padanan kata
Roh baik sandaran tahta
Begitu indah tempat tertata

Disebut jannah bahasa arab
Telinga mendengar sudahlah akrab
Timbangan kebaikan berat dihisab
Terhadap perintah bertanggung jawab

Al-Qur’an rujukan sangat muktamad
Negeri akhirat sempurna iktikad
Mencari pahala sekuat tekad
Lurus fitrah perjanjian akad

Surga indah tempat abadi
Teruntuk insan berakal budi
Ikhlas beramal sembah mengabdi
Mulia akhlak molek pribadi

Sungai-sungai mengalir sejuk
Mengalir susu wangi menusuk
Lepas dahaga redam kecamuk
Sungguh nikmat berulang teguk

Berair bening tiada payau
Nyata terpampang bukanlah igau
Deras memancar warna kemilau
Jauh risau takut kemarau

Taman berhias takjub pelupuk
Kuntuman mekar membelah pucuk
Sejauh pandang tasbih merunduk
Begitu kuasa pencipta makhluk

Semua tertata kemas tersusun
Hasrat memetik tersentap lamun
Hendak menjangkau tangan mengayun
Sayang menghiba menjauh lantun

Pepohonan teduh rimbun berbentuk
Berbatang pepat rimbun bertampuk
Ranting bercabang bayu meliuk
Ucap pujian rebah kecamuk

Terasa nyaman ketika bernaung
Aman gangguan lama berlindung
Begitulah nasib orang beruntung
Allah berkahi selamat sanjung

Tiada pernah henti berbuah
Sesuai ingin masak merekah
Sunggu lezat selera tergugah
Seketika kembali buah melimpah

Balasan terhadap insan bertakwa
Semasa hidup tidak jumawa
Ingat Tuhan sepanjang nyawa
Bermu’amalah tulus tanpa kecewa

Negeri akhirat sebaik kehendak
Ibadah runtut tidak tertolak
Bukan teruntuk manusia lagak
Hidup di dunia membuat rusak

Demikian al-Qur’an sampaikan kabar
Surat Ar-Ra’du bacaan benar
Kaum berakal ambil iktibar
Risalah Islam seruan getar

Tingkatan surga sesempurna buat
Kholiqul ‘Alam kekuatan hebat
Segunung pujian merebah munajat
Makhluk rendah umpama hakikat

Jannatul firdaus emas merah
Berkilat pahatan tersusun indah
Mutu manikam bermanik cerah
Teruntuk insan tekun ibadah

Intan putih jannatu ‘Adnan
Tempat tinggal terbaik pilihan
Semasa di dunia banyak amalan
Hasad dengki menjauh jangan

Jannatu Na’im perak putih
Setanggi surga aroma bersih
Rajin bersyukur berzikir lirih
Membaca Qur’an lantunan jernih

Jannatul Khuldi batuann marjan
Berwarna merah sebaik buatan
Bersambung kuning lambang keagungan
Balasan mukmin percaya Tuhan

Jannatul Ma’wa zabarjud hijau
Megah berdiri kokoh bedelau
Mata melihat bagai terpukau
Usah berdebat menjerit pingkau

Mutiara putih Darul Jalal
Sudah tentu berwujud kekal
Terpahat molek bernilai mahal
Begitulah Allah membalas amal

Darul Qarar batu permata
Warna kemilau sulit dikata
Semasa hidup tidak berdusta
Jujur sikap jauh sengketa

Yaqut merah Darus Salam
Kilau memukau batu pualam
Bersalut emas mutu manikam
Penghuni surga merindu dendam

Di sinilah cinta datangan menggoda
Bersama bidadari mesra bercanda
Wajah berseri senantiasa muda
Merangkai hari kasih merenda

Waktu panjang tidak terbatas
Reguk asmara sambut berbalas
Sekuat badan tarung berhempas
Mengganas gelepar tersadai puas

Dipan empuk menunggu gelut
Berlapis permaidani rajutan lembut
Ketika senyum gairah bersambut
Segala rasa bertaut paut

Terkadang dunia membuat sengsara
Luka bernanah bahang membara
Surga cinta bersimpul gelora
Memadu kasih gelepar asmara

Serulah sekalian do’a berhajat
Sepanjang ganjil malam munajat
Meminta ampun jauhi laknat
Biarkan surga memuncah nikmat

Demikian syair selesai khatam
Gelap langit pertanda malam
Mendung berawan menambah kelam
Terhenti jemari merangkai kalam

Terucap syukur meneroka kaji
Bukan bermaksud mengharap puji
Syair tertuang ikatan janji
Kelak nasihat matang diuji

Kelapapati, 22 Ramadan 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan