Ramadan yang Hilang: Puisi Husnu Abadi

34

Setelah kudapat
Maka kugenggam erat tak ĺepas-lepas
Walau malam berkah
Tak kunjung kuraih

Sudah kuikuti
Semua nasehat para kiyai
Yang hadir di malam ramadan
Tuk shalat malam
Tuk iktikaf
Tuk sedekah
Tuk tadarus
Tuk anak yatim
Tuk kaum miskin

Tapi sudahlah
Walau belum juga kuraih
Aku tetap gembira
Karena amal baik
Lah kutunaikan
Sepanjang bulan berkah ini
Bahkan tergila-gila aku
Untuk kulanjutkan

Kini Ramadan lah hilang
Tapi yang hilang
Hanyalah Ramadan itu
Hanyalah sang bulan

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Reformasi Demokrasi: Catatan Cak AT

Amalan kebaikan telah kubeli
Telah menjadi milikku
Dan kutanam lalu menjiwa
dalam darahku
dalam syarafku
Agar tanganku selalu bersih
Agar kakiku melangkah ke negeri nabi
Agar mataku berguna buat sang negeri
Agar telingaku selalu mendengar derita kaum dhuafa sampai akhir nanti

Malam berkah itu kini melekat pada diriku
Kubawa ia kemana-mana
Ke rumah
Ke pasar
Ke kantor
Ke jalan raya
Ke parlemen
Ke semua urusan dunia
Ke istana negara atau istana rakyat jelata

Kuseru- seru juga
Kupanggil-panggil juga
Nama Mu

Jangan tinggalkan aku sendiri
Jangan lagi Kau palingkan juga Wajah Mu dariku
Jangan lagi Kau buang aku di jalanan dunia yang menipu ini

Pekanbaru
Ramadan 1447 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan