aku berkelana membawa mimpi-mimpi
menyebrang lautan
pecahan ombak berbagi jejak
ke manakah kuajak kakiku pergi
ikan terbang bertualang
deru angin berpuisi pada lautan
aku menyaksikannya
dengan kedua bola mataku
yang seputih percikan gelombang
menyusuri lorong-lorong kedamaian
sepanjang jalan burung-burung bernyanyi merdu
ilalang-ilang melambai-lambai menyambut kedatanganku
dari matahari terbit
pun matahari tenggelam
tak habis kuceritakan
tentang manisnya air laut
serta menghijau nan indah pegunungan
di tubuh pulau seram yang rimbun akan cinta
sehabis perjumpaan ini
yang tersisa hanyalah rindu
pun juga cinta melekat di dadaku
sepanjang waktu
setelah aku kembali
ke tanah ibu yang menyusuiku
Tahoku, 21 Juni 2023
Firman Wally pria kelahiran Tahoku 03 April 1995. Lulusan Universitas Pattimura Ambon jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Namanya sudah tergabung kurang lebih 60 antologi bersama. Antologi tunggalnya “Lelaki Leihitu” “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” dan “Menghibur Luka”. Puisi-puisinya pernah dimuat di berbagai redaksi baik online maupun cetak: APAJAKE, SEMESTA SENI, ELIPSIS, Poros Timur dll. Kini aktifitasnya sebagai pengajar. Nama pena: firmanwally02.