Syair Menghalau Bayang-Bayang Sunyi – M. Rizal Ical

Ketika mentari menapak hari
Syair mengalun ilham menghampiri
Berharap sastra kokoh berdikari
Menjawab tantangan majukan diri

Hamba sendiri menopang zaman
Ramai orang tiada berkenan
Mungkinkah syair tinggal kenangan
Tergerus oleh goyang dendangan

Sejak pertama menulis syair
Hasrat hendak meluas pikir
Menyingkap misteri sebalik tabir
Indah bahasa cantik terukir

Berkelana jauh telesuri khayal
Membaca kitab sebanyak tebal
Pernah khawatir diterpa gagal
Semangat membaja berpantang aral

Syair selalu mengusik jiwa
Mengajak hanyut menyelam tawa
Hidup semakin terasa bernyawa
Menapak hari sangat istimewa

Seketika hilang sunyi mendera
Senandung syair terpana gembira
Pesona elok rangkai aksara
Menghalau bayang melukis gelora

Lantunan syair hati terpaut
Irama lagu berpadu bertaut
Kesal mencair hilang menghanyut
Perasaan syahdu membuai larut

Mendengar syair menghalau resah
Tenang hati kecamuk gelisah
Mendayu-dayu ketika bermadah
Sesak hilang tenteram sudah

Dendangan syair gaung bergema
Sunyi pergi takjub terkesima
Sebagai bulan terang purnama
Gelap hati jelas menjelma

Biarlah orang memandang sumbang
Sebab suara tiada lantang
Diri percaya takdir mendatang
Berkah syair menghapus bayang

Gundah gulana pergi menjauh
Lantunan syair duka membasuh
Terdengar merdu gema menggemuruh
Mesra terajut membuang gaduh

Syair mendayu menghalau sunyi
Resah jiwa simpan tersembunyi
Seakan-akan bercanda menyanyi
Riuh rendah kedengaran bunyi

Mungkin waktu senantiasa bertukar
Tetapi syair tetap menggelegar
Serata buana membawa sinar
Kelam berubah cerah berbinar

Kepada hati tabah cobaan
Setiap peristiwa hikmah jelmaan
Badai segera melewati terpaan
Setenang ombak pantai tepian

Demikian sudah syair tersusun
Dapat hilangkan gelisah lamun
Diri berharap dapat penuntun
Menyusun jemari maaf diampun

Kelapapati, 17 Jumadil Akhir 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan