Syair Senja Rebah Di Batas Malam – M. Rizal Ical

Mungkinkah purnama terangi langit
Menghalau galau setinggi bukit
Tiada kuasa menahan sakit
Rindu terbentur kenyataan pahit

Hamba terhenti menjelang malam
Lamunan tuntas berakhir kejam
Bukan terang ataupun temaran
Malah bertambah gelap mencekam

Mengapa sukar mengusir kenang
Semakin diusir makin terpampang
Gurauan manja tertawa riang
Tinggal cerita takkan terulang

Pernah berharap terang abadi
Menabur kasih seindah budi
Kekal cinta kasih bersemadi
Ternyata layu sebelum menjadi

Kepada gerimis pernah mengadu
Hati dilanda kecamuk rindu
Jodoh bertemu saling menjudu
Pecah tangis suara sendu
Senja rebah gelap bersurai
Serata buana terpasang tirai
Tersekat mata sulit menggapai
Sekujur badan lemah melunglai

Tetapi harapan senantiasa terajut
Tidak peduli pikiran berkabut
Sebait asa takkan tercabut
Kelak asmara tepuk bersambut

Ketika ingin terbentur kehendak
Kepada siapa suara teriak
Bahkan sesak menahan sebak
Walau tangis menolak isak

Apa daya semua kandas
Hilang impian tanpa bekas
Hidup mesti maju bergegas
Jikalau tidak mati tergilas

Tiada pasti akhir riwayat
Manusia rancang sekadar hajat
Impian pupus takdir tersurat
Iman sandaran pemberi kuat

Usah menduga memanjang angan
Kadang khayalan menipu kenyataan
Belum tentu sesuai kebenaran
Hanya membuat mati perlahan

Perbanyak syukur kurangi dengki
Jalan terjal tinggi mendaki
Walau debu menimbun daki
Berdiri tegak sekokoh kaki

Janganlah sampai berkecil hati
Rezeki takkan pernah terganti
Berdo’a supaya Allah berkati
Sebalik gelap terang menanti

Gelap tidak sepanjang malam
Terbit mentari terang berdentam
Yakin diri kelana paham
Dengan berzikir hati tenteram

Mengapa sibuk nasib ditangis
Padahal surga berbuah manis
Tinggal menunggu dosa ditangkis
Selesai kisah mendayu liris

Senja rebah sunyi menerpa
Keliling terlihat gelap menyapa
Malam menyamput hasrat berjumpa
Singkirkan ragu alasan mengapa

Alasan apapun jangan berkilah
Melenggok cakap seolah bermadah
Sebarang siasat coba berhelah
Jangan sampai terpancing amarah

Biarkan waktu selalu berputar
Sikap insan congak sesumbar
Ketika cahaya sudah memudar
Meraba salah mengeja benar

Sepanjang hidup banyak bekerja
Kepada Allah sekalung puja
Hargai diri bersultan raja
Hindari dosa dengan sengaja

Sampaikan salam kepada malam
Usah berlama menahan dendam
Luah hasrat sampaikan pendam
Jangan berlama busuk diperam

Kelapapati, 5 Rabi’ul Awal 1443 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan