Kompetensi Digital Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Menghadapi Arus Globalisasi

Jeni PebriantoAlumni S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Padang Tahun 2005. Sekarang Guru Penjas Orkes SMPN 6 Pekanbaru, dan Pelatih Pencak Silat serta wasit Olahraga di Provinsi Riau.Email :pebriantojeni281212@gmail.com


Pendahuluan

Kehidupan di era revolusi industri 4.0 menjadi sebuah tantangan dalam menghadapi era globalisasi.Semua ini dapat ditandai dengan kemajuan di bidang teknologi.Misalnya mobile, smartphone, internet komputerisasi data kecerdasan buatan, dan robotisasi.Dalam lembaga pendidikan yang dituntut bukan hanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun pendidikan harus bisa mencetak sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing dalam tataran lokal, nasional, maupun internasional. Salah satu upaya guna meningkatkan kualitas pendidikan di era globalisasi adalah kompetensi digital yag harus dimiliki dalam kepemimpinan kepala sekolah.Kompetensi digital ini nantinya sebagai alat pendorong untuk bersaing di dunia kerja.Lembaga pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangkitkan pendidikan nasional yang berkualitas dan mampu bersaing di zaman yang semakin modern ini. Jika sebuah lembaga pendidikan maju maka pendidikan di Indonesia juga akan maju. Dalam hal ini tidak akan pernah lepas dari peran seorang kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai agen perubahan di sekolah. Saat ini semua kepala sekolah dituntut profesional memiliki berbagai kompetensi, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah, bahwa kepala sekolah memiliki kompetensi-kompetensi yaitu: kepribadian, supervisi, manajerial, kewirausahaan, dan kompetensi sosial. Gaya kepemimpin kepala sekolah menurut Damsar dalam buku Sosiologi Pendidikan yaitu kepemimpinan autokratik, laisser faire, dan demokratik. Sedangkan menurut Haris gaya kepemimpinan kepala sekolah dibagi menjadi kepemimpinan demokratis, otoriter, kharismatik (charismatic leadership), kepemimpinan kebapakkan (paternalistic leadership), kepemimpinan ahli (expert leadership, kepemimpinan yang bebas (laissez faire leadership). Berbagai gaya kepemimpinan kepala sekolah yang beragam tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun yang harus diperhatikan ialah implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah harus disesuaikan dengan keadaan yang terjadi pada lembaga pendidikan saat ini. Setiap kepala sekolah diharapkan memiliki gaya kepemimpinan yang ideal disesuaikan dengan kondisi serta tuntutan zaman. Namun yang menjadi Permasalahan tidak semua kepala sekolah memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan, ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan kepala sekolah terhadap tranformasi kepemimpinan kepala sekolah di era globalisasi saat sekarang ini. Sebagai motor utama penggerak bagi lembaga pendidikan, kepala sekolah harus bekerja secara optimal. Karena baik dan buruknya sebuah lembaga atau organisasi dapat dipengaruhi dari gaya kepemimpinan seorang kepala sekolah. Sebagai pimpinan sekolah juga akan menginginkan sebuah pendidikan yang berkualitas. Maka juga harus memperhatikan sumber daya manusia (SDM) yang ada di lembaga tersebut.Bagaimana caranya kepala sekolah menghadapi arus global zama sekarang? Contohnya dengan cara melanjutkan pendidikan, mengikuti berbagai pelatihan, seminar, workshop dan berbagai kegiatan yang mendukung. Perluadanya kolaborasi dari berbagai pihak terutama pangkuan kebijakan untuk memberi penguatan kepala sekolah menjadi pimpinan yang professional dan berkualitas.

Kompetensi Digital Kepala Sekolah

Kompetensi digital kepala sekolah merupakan kecakapan kepala sekolah dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi berdasarkan kaidah pedagogis dengan menyadari implikasinya terhadap metodologi pendidikan.Kepala sekolah merupakan rool model bagi seluruh unsur atau masyarakat sekolah. Dengan memiliki kompetensi digital yang bagus akan membawa dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan kualitas sekolah. Kepela sekolah harus merancang sebuah perencanaan strategis untuk sekolahnya untuk mendukung visi dan misi yang sudah ada. Untuk merencanakan sebuah perencanaan strategis tentunya dengan memanfaatkan teknologi digital  maka akan mampu membuat efesiensi waktu dalam merancang sebuah program. Salah satu tolak ukur keberhasilan sebuah sekolah adalah bagaimana kepala sekolah mampu menciptakan hasil sebuah output yang bagus untu sekolah tersebut dan membuat outcomenya menjadi bernilai positif. Tentunya untuk mencapai tersebut sangat diperlukan kekompakkan seluruh masyarakat sekolah.Pemakaian digital sangat diperlukan untuk penunjang kegiatan-kegiatan yang ada.Kepala sekolah memaksimalkan kemampuan semua guru agar benar- benar bisa mengikuti perkembangan arus globalisasi. Tetyana Blyznyuk membagi kompetensi digital kedalam beberapa bentuk :
1. Information, kepala sekolah  mamiliki kemampuan literasi data (kemampuan mencari, memilih, memilah, mengevaluasi, mengelola informasi yang cocok untuk melihat keadaan. 2. Communication, yaitu keterampilan untuk berinteraksi, terlibat, berbagi, dan kerjasama melalui teknologi digital. Educational content creation, yaitu kemampuan untukdapat menciptakan konten pembelajaran digital (program aplikasi pembelajaran, presentasi interaktif, animasi pembelajaran, dan sebagainya).  3. Educational problem solving, memecahkan masalah dan mengatasi persoalan teknis, dapat mengidentifikasi respond dan kebutuhan teknologi yang diperlukan dalam pembelajaran, mampu mengidentifikasi kelemahan-kelamahan tekonologi digital.  Kepala Sekolah Pengertian Kepala sekolah menurut para ahli berasal dari dua kata yakni “Kepala” dan “Sekolah”. Kata kepala dapat dimaknai sebagai ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau lembaga.Sedangkan kata sekolah bisa juga diartikan sebagai suatu lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran.Secara singkat Kepala Sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga dimana tempat menerima dan memberi pelajaran.Wahjosumidjo (2005: 83) mengartikan Kepala Sekolah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid sebagai penerima pelajaran.  Dari definisi tersebut di atas, secara sederhana pengertian Kepala Sekolah adalah Seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dari penyampaian keterangan diatas dapat juga diartikan Kepla Sekolah adalah seorang agen yang mempunyai perencanaan strategis untuk menjalankan visi dan misi disebah lembaga yang dipimpinnya. Mengacu pada pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 dalam kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa, 2007) Berikut tugas-tugas kepala sekolah yang harus dipahami agar mampu membawa sekolah lebih baik dan maju, serta mampu mengawal jalannya pendidikan di sekolah yang diampunya.

1. Sebagai Edukator
Kepala sekolah harus memiliki strategi atau perencanaan yang matang yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya.Menciptakan iklim kondusif di sekolah, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada segenap tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Dalam istilah lain kepala sekolah sebagai pelindung dan tempat berteduh bagi teman sejawatnya.

2. Sebagai Manajer
Kepala sekolah harus memiliki perencanaan strategis dan menuangkan dalm bentuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mensukseskan visi dan misi yang sudah dibuat agar tercapai keinginan output dan outcome yang diharapkan. Strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama.Kemudian memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong kelibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

3. Sebagai Administrator
Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan.Kepala sekolah harus memiliki kemampuan mengelola kurikulum, administrasi peserta didik, administrasi personalia, administrasi sarana dan prasarana, administrasi kearsipan, dan administrasi keuangan.

4. Sebagai Supervisor
Supervisi yang dimaksud adalah melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidikan.Hal itu diwujudkan dalam menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya.

5. Sebagai Pemimpin (Leader)
Tugas kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas.Kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan komunikasi.

6. Sebagai Inovator
Sebagai innovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang baik untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan.Serta memberikan teladan kepada tenaga kependidikan sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif.


7. Sebagai Motivator
Kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya.Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, pengahargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar.

8. Sebagai Figur
Kepala sekolah sebagai figur sangat berkaitan dengan sosok teladan sebagi pemimpin yang ada di sekolah. Dengan figur yang baik, kepala sekolah akan memiliki kewibawaan dalam memimpin sekolah.

9. Sebagai Mediator Yang dimaksud tugas kepala sekolah sebagai mediator dalam hal ini adalah memediasi setiap kebijakan atau permasalahan yang terjadi di sekolah.Baik permasalahan antara kepala sekolah dengan guru, antarguru, antara guru dengan siswa, antara orang tua/wali siswa dengan guru atau sekolah. Serta permasalahan lain yang bekaitan dengan sekolah. Demikian tugas kepala sekolah yang perlu dipahami. Kesuksesan dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah akan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang dimiliki kepala sekolah itu.

Arus Globalisasi

Konsep globalisasi dapat diinterprestasikan dalam dua kata ‘global’ dan ‘sasi’.Kata ‘global’ merujuk pada lintas batas dan kata ‘sasi’ merujuk pada perubahan / proses menjadi. Untuk mempermudah mengingat, globalisasi dapat diartikan secara singkat sebagai proses perubahan sosial pada skala lintas batas. Globalisasi mengacu pada suatu kondisi perubahan sosial dimana negara, wilayah dan masyarakat saling terkoneksi satu sama lain, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, serta sosial budaya. Merupakan suatu masa yang harus dilalui oleh masyarakat perkotaan dan pedesaan di berbagai penjuru dunia.Ciri khas dari era globalisasi yaitu semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara.Pertukaran informasi serta arus barang maupun jasa tidak lagi hanya dilakukan dalam cakupan negara (lokal, nasional) namun juga merambah lintas negara (global, internasional).


Aspek Globalisasi beserta Contohnya

Globalisasi merupakan pengaruh yng dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.fenomena dunia sehingga sangat memiliki pengaruh terhadap setiap aspek kehidupan manusia. Berikut merupakan contoh-contoh globalisasi dari masing-masing aspek kehidupan, yaitu:


a. Aspek Ekonomi
Pada aspek ekonomi, globalisasi mengacu pada perubahan yang terjadi pada mekanisme pertukaran barang dan jasa.Dalam hal ini, seseorang tidak perlu pergi ke Amerika untuk membeli produk fashion disana atau kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kalaupun seseorang memiliki banyak sekali uang, ia dapat membeli vila penginapan di Hawai dengan membayar jasa konsultasi kepada agen properti yang ada disana.Segala produk yang tersedia di pasaran dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja dengan bantuan internet. Kehadiran e-commerce (kepanjangan: electronic commerce; perdagangan elektronik) seperti Amazon, e-bay, Shopee, Lazada dan lain-lainnya semakin memudahkan pengiriman barang lintas batas. Memesan sepatu yang sedang trend di Eropa hingga memesan produk kecantikan milik idol pop di Korea sangatlah mungkin dengan mekanisme pengiriman internasional yang ditawarkan oleh situs e-commerce tertentu. Pada era globalisasi, transaksi uang dan barang antar negara bergerak sangat cepat lebih dari yang kita bayangkan serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dunia.

b. Aspek Politik
Globalisasi membawa pengaruh besar pada arah kebijakan politik negara-negara di dunia. Jika sebelumnya kebijakan politik hanya mencakup skala nasional, era globalisasi mendorong terintegrasinya kebijakan-kebijakan politik di berbagai negara dan memungkinan terciptanya bentuk-bentuk kerja sama politik antar negara. Contoh kerja sama politik tersebut diantaranya seperti Uni Eropa (UE), International Monetary Fund (IMF), World Bank, dan World Trade Organization (WTO). Pada aspek politik, globalisasi juga ditandai dengan beroperasinya aktivitas-aktivitas politik yang mempromosikan nilai-nilai universal pada skala global.Nilai-nilai universal tersebut diantaranya seperti hak asasi manusia, kesetaraan, permasalahan lingkungan dan lain sebagainya. Maraknya aktivitas politik yang terjadi pada negara tertentu sangat mungkin mempengaruhi negara lain di dunia, hal ini khususnya dipengaruhi oleh kehadiran media massa. Konsekuensi dari hal tersebut yaitu terjadinya fenomena gerakan sosial pada level global yang dilakukan oleh para warga masyarakat guna mempengaruhi kebijakan pemerintah tertentu. Dalam rangka memperjuangkan kepentingan politisnya, para warga yang tergabung menjadi bagian dari gerakan sosial tertentu akan berjejaring dengan masyarakat global dan bekerja sama dengan dengan organisasi internasional.

c. Aspek Sosial Budaya
Pada aspek sosial budaya, konsep globalisasi merujuk pada proses terintegrasinya gagasan, nilai, norma, perilaku serta cara hidup sosial kemasyarakatan. Dalam hal ini, sebagian besar individu dibentuk oleh pengaruh masyarakat dunia. Di Indonesia contohnya, kita bisa dianggap ketinggalan zaman jika kita belum menonton film Avengers atau mendengarkan album terbaru Justin Bieber. Amerika Serikat menjadi kiblat perfilman dan musik dunia, Korea Selatan menjadi kiblat tren kecantikan, Paris menjadi kiblat fashion wanita, dan lain sebagainya. Berbagai wilayah di dunia memiliki elemen sosial budayanya masing-masing dan akan saling mempengaruhi satu sama lainnya seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet. Pada intinya, globalisasi pada aspek sosial budaya dapat diartikan sebagai fenomena sosial dimana praktik-praktik yang dilakukan individu bukan hanya dipengaruhi oleh dirinya sendiri namun oleh masyarakat global. Dimanapun individu itu berada, ia memiliki kemungkinan untuk terpapar budaya-budaya dari luar negaranya. Sebagai contoh, terdapat sebagian individu yang terobsesi dengan budaya kehidupan masyarakat Korea Selatan melalui pengaruh idol pop kegemarannya, sebagian individu lainnya tergila-gila dengan budaya Jepang melalui film anime yang ditontonnya setiap hari. Adapun tak jarang para wanita Indonesia berusaha merubah tampilan hidungnya menjadi mancung dan berkulit putih karena terbiasa mengikuti keseharian para artis Hollywood kegemarannya di sosial media.


Faktor Pendorong Globalisasi Globalisasi tidak serta merta tercipta dengan sendirinya. Terdapat tiga faktor utama yang mendorong terjadinya globalisasi, yaitu:

1. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi Faktor pendorong utama globalisasi yaitu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan proses pertukaran informasi di berbagai pelosok dunia. Kemajuan teknologi tersebut yang membuat semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara di dunia karena semua informasi yang individu butuhkan dapat tersedia dalam genggaman dan hanya dengan sekali klik.Kehadiran ponsel pintar serta internet koneksi 5G merupakan contoh dari perkembangan teknologi yang mendorong globalisasi terus terjadi.Era globalisasi sangatlah identik dengan kecepatan, kemudahan dan ketersediaan.Arus informasi dan komunikasi berlangsung begitu cepat, berbagai peristiwa dunia dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja dengan bantuan ponsel pintar. Pun segala jenis informasi, barang dan jasa akan selalu tersedia bagi tiap-tiap individu yang membutuhkannya dengan bantuan akses internet.Pertukaran informasi menjadi lebih mudah di seluruh dunia. 
2. Kehadiran perusahaan multinasional Perusahaan multinasional merupakan intrumen lain yang mendorong terjadinya globalisasi. Sebagai contoh, terdapat perusahaan besar skala multinasional yang menanamkan modal, aset serta memutuskan untuk membangun pabrik di negara berkembang dimana tenaga kerja murah dan bahan baku mentah tersedia. Perusahan multinasional tersebut pada dasarnya telah menjalankan aktivitas ekonomi skala besar dan sangat mempengaruhi perekonomian nasional di negara berkembang yang mereka tempati.Perusahan-perusahaan multinasional juga semakin mengaburkan batas-batas geografis antar negara karena pada dasarnya eksistensi mereka sangat ditentukan oleh pasar dunia. Dampak Positif dan Negatif Globalisasi Globalisasi tidak dimungkiri mampu menjangkau seluruh aspek kehidupan manusia. Meskipun globalisasi banyak membawa dampak positif, faktanya juga terdapat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain yaitu:

Dampak Positif • Globalisasi memungkinkan individu antar negara untuk saling berkomunikasi secara mudah dan juga murah; • Globalisasi memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan diseminasi pengetahuan secara cepat dan tepat; • Globalisasi memungkinkan masyarakat dari berbagai komunitas, negara serta latar belakang budaya dan agama yang berbeda untuk saling mengenal dan memahami perbedaan satu sama lainnya; • Globalisasi membawa nilai-nilai universal, misalnya mengenai isu-isu kemanusiaan seperti kesetaraan, keadilan, demokrasi dan lain sebagainya, serta isu-isu agenda pembangunan dunia. Dampak Negatif • Globalisasi memunculkan perilaku budaya masyarakat konsumtif. Sebagai contoh, kemudahan untuk mengakses media masa serta kehadiran media sosial mendorong individu untuk terus membeli barang-barang terkini sebagaimana tren yang berkembang; • Globalisasi membawa pengaruh pada bahasa dan kebudayaan lokal. Dalam hal ini, basaha inggrisyang dikenal dengan bahasa internasional memiliki kemungkinan untuk mengikis bahkan menghilangkan bahasa-bahasa local. • Globalisasi memiliki kemungkinan untuk menghilangkan tradisi, kebiasaan dan adat istiadat masyarakat; • Globalisasi memperlebar kesenjangan sosial pada skala lokal, nasional dan global. Dalam hal ini, masyarakat perdesaan terpencil yang kesulitan dalam mengakses internet akan semakin tertinggal jika dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Begitupun dalam skala global, negara yang tidak memiliki kemampuan mengembangkan teknologi akan jauh tertinggal dengan negara-negara maju lainnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi; • Globalisasi berpotensi menghasilkan kriminalitas skala lintas batas. Contohnya yaitu seperti perdagangan narkoba, perdangan manusia, penipuan dan lain sebagainya.
Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Sehari-hari Globalisasi berkontribusi besar pada pertukaran nilai-nilai budaya antar komunitas masyarakat dunia.Kebanyakan negara tidak lagi dapat berdiri sendiri melainkan terintegrasi kedalam sistem dan nilai-nilai masyarakat global.Dalam hal ini, media memiliki peran besar dan menjadi alat dalam penyebarluasan nilai-nilai tersebut. Keberadaan media – seperti TV/radio/HP, koran, majalah dan lain sebagainya – telah melahirkan ikatan serta kontak budaya antar manusia yang berbeda negara. Adapun komunikasi dan perkembangan ilmu pengetahuan juga turut membantu menjembatani jarak budaya antar negara-negara di dunia. Meskipun interaksi antara konsep globalisasi dan budaya memperlihatkan pengaruh positif dimana telah terjadi pertukaran nilai budaya, namun demikian perlu disadari bahwa globalisasi berpotensi untuk mempengaruhi tergerusnya identitas budaya lokal.Generasi muda Indonesia khususnya, tidak sedikit diantara mereka yang terbawa pengaruh budaya asing, misal dari aspek kehidupan sehari-hari seperti merek pakaian favorit, genre lagu favorit, film favorit, atau sekedar preferensi makanan. Sebenarnya tanpa kita sadari setiap tindakan yang kita pilih sehari-hari sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi melalui media. Adapun globalisasi pada dasarnya juga melahirkan asimilasi atau percampuran budaya, yakni dimana budaya-budaya minoritas akan terbawa arus budaya yang lebih besar. Hal ini tersebut cenderung mengancam keberagaman budaya serta identitas lokal. Sebagai contoh, kebanyakan generasi muda akan cenderung mendengarkan genre musik elektro pop khas Billie Eilish dibandingkan musik dangdut atau gamelan atau musik khas kampung halaman orangtuanya misalnya. Contoh lain, para milenial akan cenderung menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari agar terlihat keren, bahasa-bahasa daerah tentunya dianggap tidak begitu penting.

Upaya Menghadapi Globalisasi Tidak dapat dipungkiri, globalisasi sangat identik dengan nilai-nilai modernitas. Sebagian besar komunitas masyarakat berlomba-lomba menjadi masyarakat modern, sebagian besar manusia pun pada hakikatnya berupaya merubah diri menjadi manusia modern.Pada prinsipnya, tidak ada yang salah dengan globalisasi dan peradaban modern, malah faktanya masyarakat kita banyak terbantu dengan kemudahan berkomunikasi dan kemajuan teknologi. Fakta lainnya yaitu kita kemungkinan besar tidak akan mampu menghindari arus globalisasi dengan cakupannya yang begitu luas disetiap aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu menjadi penting bagi kita sebagai individu untuk pintar-pintar bersikap guna terhindar dari perilaku yang menggerus nilai, budaya, adat dan kebiasaan lokal yang kita miliki. Dalam hal ini, melatih kemampuan berpikir kritis dengan cara menyaring setiap informasi yang kita konsumsi sehari-hari melalui media massa dapat dikatakan salah satu upaya untuk menghadapi globalisasi. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir kembali dan mempertimbangkan informasi yang diperoleh sebelum menerapkan suatu tindakan.
Kesimpulan Dari penjelasan diatas mulai dari Kompetensi Digital, Kepala Sekolah, Arus Globalisasi semua ini merupakan satu kesatuan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.Kepala sekolah menjadi salah satu menentu terbesar dalam lembaga pendidikan. Apapila seorang kepala sekolah memiliki kompetensi digital yang bagus dan mampu memanagement dengan baik lembaga yang dipimpinnya, maka akan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah yang dipimpinnya. Globalisasi merupakan tantangan bagi para kepala sekolah untuk bersaing secara sehar tuntuk memanfaatkan digitalisasi yang ada saat sekarang ini.Kepala sekolah harus mampu memaksimalkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan dialokasikannya dana bos yang sangat besar oleh pemerintah untuk sekolah ini menjadi sebuah tantangan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah masing-masing. Kepala sekolah harus memiliki niat yang iklas dalam memimpin sekolah, karena apabila niatnya sudah bagus insha allah akan memberikan aura positif dan jalan yang mudah untuk memanagement lembaganya.


Daftar Bacaan :Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah.https://tipsserbaserbi.blogspot.com/2015/09/pengertian-kepala-sekolah-menurut-para.html. Diakses tangal 20 oktober 200https://www.studiobelajar.com/globalisasi/. Diakses tangal 18 oktober 2020https://mediaindonesia.com/read/detail/235121-kompetensi-digital. Diakses tangal 19 oktober 2020https://siedoo.com/berita-28082-kepala-sekolah-harus-miliki-kompetensi-memadai-berikut-9-tugasnya/. Diakses tangal 20 oktober 2020Basri, Hasan, 2014,Kepemimpinan Kepla Sekolah, Bandung: Pustaka Setia.Lazwardi, D. (2016). Peran Kepala Sekolah Dalam meningkatkan Aplikasi dan Pemecahannya.Bandung : KencanaKemendikbud. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional(2003).Nursyifa, A. (2019). Pembinaan Kepala Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Loyalitas Sosial, 1(1). Diambil dari http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JLSBaihaqi, M. I. (2015). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru.Kontruktivisme, 7(2), 97–Fitrah, M. (2017).Peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.Jurnal Penjamin Mutu, 3(1).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan