Waktu Perubahan: Catatan M. Azrafiandi

112

Dalam salah satu tulisan yang saya baca terkait dengan peringkat Indonesia dalam PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2022, dimana Indonesia pada beberapa kompetensi mengalami penurunan peringkat dan pada kompetensi lain mengalami peningkatan peringkat. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa PISA adalah studi international yang menilai kualitas sistem pendidikan dengan mengukur hasil belajar penting untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Studi ini mengukur literasi membaca, matematika dan sains pada murid usia 15 tahun dan diadakan setiap 3 tahun oleh OECD. Apapun hasil dari PISA tersebut, ada satu pesan penting yang perlu kita perhatikan, yaitu terus melakukan perubahan. Berada di posisi puncak pun kita, perubahan tetap terus dilakukan untuk mengantisipasi tantangan yang akan datang.
Terdapat 3 waktu perubahan yang harus dipilih oleh organisasi untuk memperpanjang hidupnya. Pilihan terhadap ketiga waktu tersebut akan memiliki konsekuensi yang berbeda. Waktu Perubahan yang pertama disebut Transformasi. Perubahan ini dilakukan pada saat organisasi berada pada masa kejayaan. Perubahan pada waktu ini sulit dilakukan karena membutuhkan pemimpin yang visioner. Pemimpin harus mampu meyakinkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) bahwa perubahan harus mulai dilakukan. Di antara ciri-ciri kaum visioner:
1. Memikirkan dan memimpikan hari depan
2. Cara dan kemampuan memandang kehidupan ini bisa jauh ke depan
3. Mempunyai kemampuan mem”breakdown” rencana besar kedalam rencana kecil yang secara konsisten diperjuangkan agar menjadi kenyataan.
Waktu perubahan yang kedua disebut dengan Turnaround. Perubahan pada waktu ini dilakukan ketika organisasi mulai mengalami penurunan kinerja. Energi yang dikeluarkan cukup besar, karena beberapa komponen mungkin sudah tidak dalam keadaaan peak performance.
Waktu perubahan yang ketiga disebut dengan Manajemen Krisis. Pada waktu ini perubahan dilakukan ketika organisasi telah mengalami kebangkrutan dan hampir mati. Perubahan pada masa ini adalah yang paling berat ibarat penyakit yang sudah kronis. Dibutuhkan pemimpin perubahan dengan 4 kekuatan: Visioner, Realistis, Mencintai pekerjaan dan Pemberani, memiliki Etika yang baik. Kedisiplinan yang tinggi dan ketepatan mengambil prioritas sangat penting, karena sumber daya organisasi yang sangat terbatas. Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi pemimpin organisasi yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perubahan pada organisasi yang dipimpinnya. Terima kasih

Pekanbaru, Kamis 7 Maret 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan