Roda Berputar | Seikat Puisi : R. Amalia

398

RODA BERPUTAR

Ketika roda telah diputar. kehidupan itu pun ikut berjalan
seperti bapak mengayuh becak.

Tanpa sedia obat masuk angin. bagi raga yang semalam menggigil
buka suara pagi buta
berbekal kaspe dan secangkir kopi dari rumah

Hitam, kulit yang semula putih. tak terasa senja pergi
terkumpul selusin keringat. selembar uang yang tak cukup dibagi
makan esok hari

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Ke mana kini roda itu berputar?
bapak tiada gusar. sambil merapikan sebagian kain yang habis beradu waktu
bapak berucap, “Gusti Allah sayang padamu,
sayang pada emakmu, bapak.”

Setidaknya aku tau dari kerut dan garis tanganmu. tiada ingin mengeluh,
selain hanya pada cahaya berpendar
becak-becak itu berjajar. menanti kabar
semoga esok
roda becak bapak tetap berputar.

Sidoarjo, 22 April 2020

R. Amalia lahir di Surabaya pada 2 Februari 1988. Alumnus Sastra Indonesia-Unesa. Pengajar di SDIT Insan Kamil Sidoarjo. Penulis buku puisi Anugerah dari Langit (Penerbit Mejatamu, 2017) dan Pesan Rahasia (Penerbit Mejatamu, 2017). Karyanya dimuat di media cetak dan daring, di antaranya: Jawa Pos, Republika, Harian Surya, Surabaya Post, Medan Post, Banjarmasin Post, Bangka Pos, Duta Masyarakat, Go Cakrawala, Media Cakara Bangsa, New Sabah Times (Malaysia), Majalah PaMa (Malaysia),Utusan Borneo (Malaysia),Radar Mojokerto, dan Radar Banyuwangi. Buku baru yang akan terbit adalah buku kumpulan cerpen berjudul Wajah yang Berbeda.
E-mail: amaliaonwrites@gmail.com. Facebook: Rizka Amalia.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: 
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. junaedi sikumbank mengatakan

    Semangat!?