Satupena Awards 2022, Penghargaan bagi Penulis Indonesia Berdedikasi

81

Pekanbaru-Tirastimes: – Bangsa yang besar adalah bangsa yang juga melahirkan para penulis besar. Untuk itu, Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena menggelar Satupena Awards 2022 untuk mengapresiasi dedikasi penulis-penulis Tanah Air.

Ketua Umum Perkumpulan Penulis Satupena, Denny JA, mengatakan Satupena Awards adalah bagian dari upaya untuk terus menciptakan ekosistem yang sehat bagi dunia penulis dan kepenulisan. “Salah satunya dengan memberikan penghargaan secara rutin kepada penulis yang dinilai berdedikasi,” ujar Denny ketika membuka Satupena Awards 2022, di Cemara 6 Galeri/Toeti Heraty Museum di Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (12/1/2023).

Denny JA menilai, penghargaan untuk penulis perlu diberikan, khususnya di tengah era di mana pembajakan buku dan hak cipta semakin marak terjadi. Situasi kekinian yang berbeda juga memerlukan adaptasi diri dari para penulis. “Satupena juga membuka jalan bagi para penulis untuk terkoneksi ke dunia industri,” tambahnya.

Berita Lainnya

Senja: Puisi Emy Yusnita

Untuk Satupena Awards 2022, telah dipilih dua penulis berdedikasi untuk kategori fiksi dan non-fiksi. Keduanya dipilih berdasarkan penilaian yang dilakukan Dewan Juri, yang dipimpin oleh Anwar Putra Bayu, serta beranggotakan lima juri lainnya (Dhenok Kristianti, Hamri Manoppo, Muhammad Thobroni, I Wayan Suyadnya, serta alm. FX Poernomo).

Penganugerahan Satupena Awards 2022 kategori nonfiksi diberikan kepada Musdah Mulia. Perempuan ini merupakan akademisi, aktivis dan penulis buku yang mencerahkan, khususnya untuk tema keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Karya-karyanya sangat vokal menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, prinsip keagamaan moderat dan progresif serta cinta perdamaian.

Dalam orasi literasinya, Musdah menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang ia terima. Penulis buku “Perempuan dan Politik” ini mengaku tidak menduga tulisan-tulisan dari hasil renungan dan kegelisahannya dapat menjadi karya yang bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. “Saya bahagia menjadi penulis karena bisa menginspirasi banyak orang. Selain dapat menginspirasi orang lain, menulis juga bisa menjadi media penguatan diri,” ucap Profesor yang sudah mempublikasikan lebih dari 30 buku.

“Intinya, tulisan adalah jalan menuju kebahagiaan. Menulislah untuk bahagia,” tegasnya. Dalam ajang ini, Musdah Mulia datang bersama suaminya, Prof. Ahmad Thib Raya.(pilarbanggsanews/wd0

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan