


Pekanbaru-Tirastimes: – Budaya pengelolaan sampah harus diedukasi sejak dini dan di setiap lapisan masyarakat. Oleh karena itu, perlu gerakan dari berbagai elemen termasuk perguruan tinggi serta lembaga pendidikan lain dalam upaya penanggulangan sampah.
Berdasarkan hal ini Tim pengabdian Kepada Masyarakat dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Unilak Riau berupaya untuk memberikan edukasi dan menumbuhkan budaya pengelolaan sampah melalui gerakan zero waste, yang dilakukan di SMK Muhamadiyah 2 Pekanbaru, Rabu, 16 November 2022 lalu.
Sekolah yang mempunyai misi menumbuh kembangkan budaya hidup hemat energi, cinta kebersihan, dan keindahan serta kelestarian lingkungan bagi seluruh warga sekolahnya, sejalan dengan tema kegiatan yang diadakan oleh dosen Unilak yaitu Manajemen Pengelolaan Zero Waste.
Dosen yang melakukan pengabdian yaitu Dr Jeni Wardi,SE.M.Ak, Liviawati SE,M.SI, Ak,CA, dan Gusmarila Eka Putri SE.Ak,CA, dengan mengikutsertakan dua mahasiswa FEB Firda Rahmayanti, dan Nofa Rosalinda. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Sekolah, dan diikuti oleh guru, pegawai dan siswa kelas 10 yang berjumlah lebih dari 100 orang dan dilakukan secara pararel.
“ kita memberikan apresiasi kepada SMK Muda 2 Pekanbaru, Ternyata di sekolah ini Gerakan mengolah sampah sudah mulai dilakukan melalui kegiatan pembelajaran pada saat menyampaikan mata pelajaran, bahkan, ucap Dr Jeni dalam rilisnya, Rabu, 18 Januari 2023.
Dijelaskan Dr Jeni, TIM PKM FEB Unilak menjelaskan gerakan zero waste, optimalisasi fasilitas yang ada di sekolah sebagai cikal bakal bank sampah yang sesuai dengan sifat dan jenis sampah dengan membuatkan bagan flowchart siklus penerimaan sampah dari siswa/nasabah mulai dari awal sampai akhir yang bertujuan untuk efektif dan efesiensi operasional Bank Sampah. Merealisasikan gerakan zero waste melalui kegiatan sosialisasi pembersihan, pemilahan, dan penanggulangan sampah sesuai prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle).
Dikatakan Dr Jeni, ada tiga hal besar yang disampaikan oleh tim PKM FEB Unilak yatitu ; pertama tentang konsep Zero Waste. Konsep ini memiliki 3 prinsip yaitu reduce yaitu mengurangi produksi sampah dengan melakukan pengolahan Kembali sampah organic dan unorganik yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun sekolah/instansi. Kemudian reuse, maksudnya dengan mengolah Kembali sampah yang dihasilkan masyarakat sehingga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan Kembali. Selanjutnya recycle, dengan adanya pemilahan sampah serta kemudian mengolahnya Kembali menjadi barang/produk yang dapat dimanfaatkan bahkan memiliki nilai estetika dan nilai jual maka akan membentuk siklus pengolahan sampah yang berdampak pada pengurangan volume sampah yang selama ini meresahkan masyarakat dan pemerintah.
Yang kedua menjelaskan mekanisme pembentukan bank sampah. Setelah menyampaikan konsep 3 R, antusiasme siswa dan guru mulai terlihat dari pertanyaan yang diajukan baik dari siswa hingga guru sekalipun. Tim pengabdian menyampaikan bahwa konsep 3 R ini menjadi dasar terbentuknya bank sampah. Kepengurusan bank sampah tidak sesulit yang dibayangkan. Tim menjelaskan bagaimana cara membentuk bank sampah, kepengurusannya/structural dan mekanisme nya
Yang ketiga manajemen bank sampah. Pada sesi ini tim PKM FEB Unilak mengadakan FGD (Forum Group Discussion), dan menjawab pertanyaan seputar bank sampah yang merupakan salah satu solusi efektif dalam pengurangan masalah sampah baik di lingkungan masyarakat ataupun instansi seperti sekolah ini, kegiatan pengabdian dengan siswa berakhir.
“Luaran dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan siswa dan pihak sekolah terhadap manajemen pengolahan sampah dengan konsep zero waste,selama pemaparna kita juga mengadakan Focus Group Disscussion, serta tanya jawab. Pihak sekolah sangat tertarik untuk membentuk bank sampah dan meminta pendampingan lebih lanjut untuk kegiatan di masa yang akan datang.” Ujar Jeni menceritakan.