


TIRASTIMES – PEKANBARU – Sosok almarhum Zulmansyah Sekedang, Sekretaris Jendral (Sekjen) PWI Pusat dikenal sebagai wartawan yang berintegrasi dan sangat menjaga marwah etik wartawan saat bertugas. Selain baik dalam bersosial, almarhum juga dikenal sebagai wartawan berdedikasi tinggi.
Hal itu disampaikan oleh anggota DPD RI Abdul Hamid, saat ikut melayat dan mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir di Jalan Kartama, Sabtu (18/4/2026).
“Saya sangat mengenal almarhum Zulmansyah, sejak kami masuk sebagai wartawan di Riau Pos tahun 1997, dan beliau aktif, terutama dalam liputan-liputan pemberitaan dan menjaga marwah integritas etik wartawan PWI serta etik wartawan,” ujar Hamid.
Dikatakannya, hingga akhir hayat, almarhum terus membangun kapasitasnya sebagai jurnalis. Almarhum pernah menjadi tokoh liputan pemuda, ketua PWI Riau, PlT Ketua PWI Pusat, Calon Ketua PWI Pusat, dan terakhir sebagai Sekjen PWI Pusat.
“Selama ini kami mengenalnya orang yang baik, punya dedikasi tinggi dan bahkan saya juga banyak belajar dari beliau. Hanya saja, jalan kami berbeda,” ucapnya.
Ia menyebut, almarhum orang yang konsisten sebagai jurnalis di media. Berbeda dengannya yang memilih untuk berpolitik setelah 11 tahun menguliti profesi wartawan di Riau.
“Karena itu, saya sangat terkejut ketika dapat informasi tengah malam tadi. Mungkin insting atau ikatan emosional, padahal saya sudah tidur pas tengah malam saya bangun, saya dapat informasi bahwa beliau meninggal dan saya sangat kaget gitu. Ternyata setelah hubungi kawan-kawan, beliau sakit jantung, karena diinformasikan sakit jantung,” ungkapnya
Dia mengaku, meninggalnya almarhum Zulmansyah seperti kehilangan keluarga. Bagaiamana tidak, ia bersama Zulmansyah dan juga Ketua PWI Riau saat ini Raja Isyam Azwar sudah seperti keluarga dengan almarhum.
“Kita ini sangat dekat memang dengan beliau, seangkatan kami dengan Raja Isyam, Zulmansyah, kemudian ada Nazir Fahmi, dulu bertiga kami sepuluh orang di Riau Pos di awal-awal. Nah, itu yang betul-betul sebuah kekeluargaanlah dengan almarhum,” pungkasnya. sumber: Cakaplah