Membaca Juni, Bagai Kemarau Yang Asing: Puisi Manusia.setengahpuisi

105

Kawan,
Tidak ada hujan di bulan Juni
Hanya ada tekak yang dahaga
Sebab kita terlalu banyak menelan airmata

Angin di bulan ini
Seperti melodi para pemain biola
Nadanya tak beraturan
Melengking dan panjang
Sunyi dan beralun gersang

Ya, kita berharap
Bahwa Juni kali ini mirip seperti puisi Sapardi
Mengenang rindu panjang
Mengurai makna rintik yang dirahasiakan

Berita Lainnya

Tapi tetap,
Kita terjebak di kemarau asing
Tak seorangpun mengenal tubuh manusia ini
Kitapun dibiarkan melangkah
Dan meninggalkan jejak penuh luka.

Riau, bergabung dalam Forum Lingkar Pena Riau

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan