

Kawan,
Tidak ada hujan di bulan Juni
Hanya ada tekak yang dahaga
Sebab kita terlalu banyak menelan airmata
Angin di bulan ini
Seperti melodi para pemain biola
Nadanya tak beraturan
Melengking dan panjang
Sunyi dan beralun gersang
Ya, kita berharap
Bahwa Juni kali ini mirip seperti puisi Sapardi
Mengenang rindu panjang
Mengurai makna rintik yang dirahasiakan
Tapi tetap,
Kita terjebak di kemarau asing
Tak seorangpun mengenal tubuh manusia ini
Kitapun dibiarkan melangkah
Dan meninggalkan jejak penuh luka.
Riau, bergabung dalam Forum Lingkar Pena Riau