Seumpama laut—yang tak pernah usai menyatakan tulusnya kepada pantai,
dan dada yang berdebar, diantara laut yang membiru, mendengar ombak mengalir dalam pelukan, menyatu dalam diri kita yang kapan saja kau buka sebagai pintu
Seumpama kau berucap perihal esok—lalu senyuman, dan kau memeluk dirinya, yang kapan saja kau ingin
Kekasih—barangkali hari ini kita telah sama-sama menjadi sedemikian puisi yang tulus.
Kekasih—seumpama jarak-jarak yang kita tebas dalam doa_kau bangun disubuh yang bening, dan leluasa kau berdoa_dirimu dan diriku_adalah tempat kita memeluk ingatan.
Kampung Kolam, 17 Mei 2022
Aksara Taguan, berkuliah di Universitas Pattimura Ambon. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Puisi-puisinya dan juga cerpennya sudah termuat dalam 12 antologi bersama penyair-penyair di tanah air ini. Penulis dapat dihubungi lewat 081319987074
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com