tak ada medan perang yang menentramkan
telah lepas nyawa Teuku Ibrahim Lamnga
terpuruk Cut Nyak Dien saat itu jua
tetapi ia adalah api yang dipantik negeri
bukan mengalah pada kematian suami
dan rabun yang mencuri matanya
di pedalaman Meulaboh
kobaran juang menyala tak kian padam
walau tubuh digerogoti renta
dan lelah yang menggerus tenaga
tetapi Aceh lebih dari aliran darah di tubuh
lalu, di ujung perang ia musti menjadi zikir
pengasinganlah tempat terakhir
rencongnya tak lagi diangkat
namun bukanlah menjaring angin
Coet Nja’ Dhien
namamu diharumkan bumi
Malang, 26 Februari 2024
Galuh Duti. Kelahiran Surabaya, 21 Maret ini mulai serius menulis pada Tahun 2022. Ia peraih Tujuh Besar Asqa Book Award (ABA) XVIII dan peraih 3 Besar Anugerah COMPETER Indonesia 2024. Kelas puisi yang pernah diikuti adalah Asqa Imagination School. Sekarang aktif di kelas puisi Ruang Kata. Anda dapat menghubungi di IG @Galuh Duti FB @Galuh Duti.