Takut?: Puisi Aal Rahim Sekha

18

Aku ingin gelarku besar diagung-agungkan
Sementara naluriku kuncup di ujung tenar
Para pemimpin hanya berkutat di kertas suruh

Budaya porak poranda dihantam takut
Idealisme hanya topeng lucu
Yang tak jelas
Hendak terkenal tapi tak mengenal

Lidah bicara bak slogan iklan
Janji dijual, laku dalam seminar
Tapi sunyi di lorong pasar

Berita Lainnya

KAMPUNG LANGIT BERCERMIN AIR

Hatiku gamang di tengah sorak
Apakah aku bagian dari lakon ini?
Atau cuma figuran di drama pura-pura suci

Mereka angkat tangan tanda hormat
Tapi tak tahu arah kiblat
Mereka tulis visi penuh hikmat
Tapi hilang dalam pesta maklumat

Aku…
Masih menyulam jati di bawah remang
Membaca nadi kampung yang hampir hilang
Menulis diam, menjerit pelan
Agar waris tak lupa pulang.

Lipat kain. 11 Juni 2025.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan