Noda Jelaga
ketulusan hati tercabik paksa
jalinan ikatan terobek menjadi serpihan
tercerai berai tertiup angin
meninggalkan jejak tak tertutup
tetesan air mata mengalir deras,
membasuh pipi menghitam
tanpa peduli tatapan sinis mereka
pada bara jiwa yang menyala
tertusuk duri tajam dalam dada
bukan lagi darah mengalir keluar,
melainkan jelaga pekat
dari sisa kepercayaan
Pamulang, 9 Juni 2026
Gembok Berkarat
peti kayu usang berisi
gema makian bergaung di dalamnya
mematung, pikiran mengelupas
leher lunglai dipaksa menunduk
sisi lain ruangan, perapian telah lama dingin
kayu bakar basah oleh lembabnya udara
kretek api pernah membara sesaat
sisa bara meninggalkan abu menumpuk
pandangan menelusuri tiap sudut
bibir menjahit kebisuan mutlak
menggenggam gembok berkarat
mencoba mengunci ruangan
sebelum pintu ruang tertutup
tetes air mata terakhir
tertinggal dalam genggaman
kunci kecil berkarat
Pamulang, 10 Juni 2026
Keropos
Menumpuk batu-batu tersusun rapi
Menjadi menara kokoh tanpa cela
Badai, gempa bumi, hingga amukan api
Tak mampu menggoyahkannya
Pondasi menara tampak perkasa
Hingga rayap perlahan menggerogoti
Sedikit hantaman merontokkan menara
Terlalu sibuk menggapai langit
Keroposnya pondasi tak terelakan
Sesal menggema di antara reruntuhan
Terbawa angin hingga menghilang
Pamulang, 12 Juni 2026
Sande adalah seorang ibu pekerja yang mencintai buku sejak kecil. Membaca menjadi hobi yang menyenangkan, sementara menulis hadir sebagai bentuk ekspresi diri. Ia juga sedang mengikuti Kelas Puisi Jadi Cuan, Sekolah Kepenulisan Kosana Publisher @kosanapublisher bersama @intanhafidahnh sebagai mentor kelas.