Puisi-Puisi Sydney Fernanda

11

Rindu

Kemarin aku bertemu rindu.
Kasihan dia.
Melaut dua musim untuk bertemu bahagia.
Padahal, bahagia ada di pelukanku.

Suatu ketika,
aku bertanya pada rindu,
“untuk apa mengejar bahagia?”.
Rindu menjawab “Aku rindu”.

Di Antara Kata

Kau menulis untuk ranum bibirmu sendiri ya?
kau tidak menua ketika menulisnya.
Seribu langkah kau jabani permintaannya
Siapa kata?
Aku tidak mengenalnya.

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Hinarto

Sewindu aku merayu,
di ujung jalan,
yang lampunya hanya satu.
Akhirnya, aku bermadu dengan kata.

Bara

Tentang angin malam ini, aku membara.
Disampaikan oleh rindu yang mengusik, aku melaknat.
Mungkin diperlukan,
supaya aku tidak terlalu bermimpi tentang Sang Fana.

Sydney Fernanda. Perempuan ini lahir di Jakarta pada 9 Februari 2010. Kini merupakan siswi aktif di SMAN 5 Kota Bogor. Sejak SD, penulis memiliki minat yang besar dalam bidang seni dan sastra. Menjuarai banyak lomba menulis puisi, salah satu yang terkini ialah Juara 1 Cipta Puisi FLS3N Tingkat (SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat) 2026. Kini, penulis sedang belajar di Kelas Puisi Jadi Cuan. Sekolah Kepenulisan Kosana Publisher @kosanapublisher bersama @intanhafidahnh sebagai mentor kelas.

 

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan