

Rapat Panitia Acara HUT RI Ke-81 di Balai Desa Kupu, bersama kepala desa, RT dan RW berserta tamu undangan yang ikut hadir di acara tersebut. Pada hari Rabu malam Kamis, 19 Agustus 2026 di Aula Balai Desa Kupu.
Dengan berjumlah 35 RT, yang menarik iuran dana warga desa Kupu demi keberlangsungan acara HUT RI Ke-81, lalu dana iuran tersebut dikumpulkan oleh bendahara panitia HUT RI, selaku bendahara yaitu al-Ustadz Sobri sekaligus Ketua RW desa Kupu. Untuk anggaran biaya HUT RI Ke-81, mulai dari konsumsi, peralatan, bendera merah putih, acara upacara paskibra di lapangan Sorga (Sarana-olahraga), sound sistem, lomba karaoke, panggung, dan lain sebagainya.
Pak Ramli selaku sebagai kepala desa Kupu, ingin mengepresiasi atas kinerjanya para Ketua RT (Rukun Tetangga) yang sangat antusias dan semangat untuk menariki iuran warga, untuk memberikan sebuah hadiah. Dan Pak Lurah memberi pertanyaan kepada para Ketua RT yang hadir di situ:

“Apakah mau pilih uang atau baju batik?”
“Baju batik, Pak lurah!”
Serentak semua menjawab memilih baju batik dengan tangan mengacung ke atas. Karena kata Pak lurah baju batik sebagai bentuk kenang-kenangan dari kepemimpinannya. Pak lurah Ramli pun yang akan mencarikan desainer baju batik kualitas terbaik, untuk dikenakan bagi para Ketua RT yang telah berjuang dan berjasa.
Acara dilanjut membacakan semua nominal dari iuran dana yang masuk dari para warga desa Kupu secara global oleh Ketua RW, dan disaksikan oleh Pak kepala desa, Pak Sekertaris desa (Carik), Pak Lebe, Pak Bau (BPD), ketua Panitia HUT RI, Pamong, dan tamu undangan yang hadir.
Acara rapat Panitia HUT RI berlangsung secara khidmat, sampai berakhirnya acara. Dan Acara pun ditutup dengan bacaan hamdalah oleh bapak Lebe Sekhu selaku pembuka acara tersebut dan penutup acara: “Alhamdulillah”.
Semoga acaranya berjalan dengan lancar dan sukses selalu tanpa suatu halangan apapun, demi kemajuan desa Kupu yang maju, dan ikut meramaikan hari ulang tahunnya kemerdekaan Indonesia yang Ke-81.
Semangat gotong royong bagai lidi yang terkumpul menjadi satu. Warga masyarakat desa kupu tetap kompak, solidaritas, berkerjasama, membangun desa yang lebih indah, rukun, damai dan sentosa. Desa Kupu maju, kami pun bangga. Semangat pantang mundur warga desa Kupu! Semangat; maju!

*
“Seseorang bisa bermanfaat bagi orang lain adalah dengan bersosialisasi dan berkecimpung di masyarakat.”
“Kemajuan desa Kupu adalah; kebanggaan kami, jika saling rukun dan gotong royong untuk membantu dan mendukung kemajuan desanya.”
“Seseorang bisa bermanfaat bagi orang lain adalah dengan bersosialisasi dan berkecimpung di masyarakat.”
“Desa yang baik mendukung program yang baik, jangan mencela apalagi merusaknya; seperti fasilitas umum dan mencuri.” (*)
Brebes, 19 Agustus 2026