Esai : Puisi untuk Peradaban – Bambang Kariyawan Ys

Puisi untuk Peradaban

Bambang Kariyawan Ys

Tentang Peradaban

Peradaban adalah bentuk budaya yang paling tinggi dari suatu kelompok masyarakat dan tatanan yang paling luas dari identitas budaya kelompok masyarakat manusia yang dibendakan secara nyata dari makhlukmakhluk lainnya. Ia terdefinisikan baik dalam faktor-faktor objektif pada umumnya, seperti bahasa sejarah, agama, kebiasaan-kebiasaan institusi institusi, maupun identifikasi dari yang bersifat subjektif. Setiap masyarakat mempunyai pelbagai tingkatan identitas. Peradaban memiliki tingkatan identifikasi yang sangat luas yang dengannya seorang mengidetifikasikan diri secara kuat. Peradaban-peradaban besar dimana kita berada di dalamnya, secara kultural menjadikan kita bagai di rumah sendiri dan dibedakan dari mereka yang berada di luar sana, peradaban – peradaban bisa jadi melibatkan pelbagai kelompok masyarakat dalam jumlah yang besar (Samuel P. Huntington, 2001: 43-44).

Peradaban dengan Sastra

Sastra (termasuk puisi) adalah cara mewarnai peradaban suatu kelompok masyarakat. Fungsi puisi sebagai karya sastra adalah media penggerak yang akan mempengaruhi pola pikir pembaca. Dari keterpengaruhan tersebut diharapkan menggerakkan yang lebih luas lagi sebagai daya dorong melakukan perubahan.

Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.

Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.

Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.

Puisi yang seperti apa yang bisa mewarnai peradaban? Apakah puisi yang berbicara tentang “Aku, Kamu, dan Rindu”?

Beberapa puisi yang dapat menggerakkan untuk membangun peradaban antara lain tentang kritik sosial, sejarah, lingkungan, dan perlawanan.

Puisi Kritik Sosial

Fenomena dan beragam kejadian yang menggerus hati masyarakat tak kan pernah bertitik. Puisi bertema kritik sosial dapat dituangkan sesaat kejadian berlangsung ataupun setelah melalui pengendapan peristiwa berlalu.

Kadang aku menenggak muak serpihan huruf

Keluar dari mulut anginnya

Bicara keadilan, bicara kerakyatan, dan bicara kebersamaan

Tetap saja sekebat doa kudendangkan

Negeri ini masih punya harapan untuk menggali buram

Debu-debu waktu menyisakan sejentik nama

(Sejentik Nama, 2017)

Puisi Sejarah

Sejarah merupakan identitas penting dalam sebuah kelompok masyarakat. Gemilangnya perjalanan sejarah akan menentukan rasa percaya diri sekaligus rasa hormat akan beradaan kelompok masyarakat. Puisi sejarah menjadi cari kecil untuk melengkapi puzzle besar yang kita sebut peradaban dalam sebuah kelompok masyarakat.

Pada ceruk tanjung Gunung Ledang

Ada kisah tentang kesetiaan

Ada cerita tentang pengkhianatan

Ada aroma tentang percintaan

Berkelindan bersama selimut Taming Sari

Menjulang pada atap-atap bumi berselendang pelangi

Tuah …  ada laut di matamu

(Tuah: Membaca Sebuah Kisah, 2019)

Puisi Lingkungan

            Menulis puisi bertema lingkungan atau yang dikenal dengan Sastra Hijau merupakan bentuk peduli pada bumi. Rumah kita bersama. Rumah satu-satunya yang dimiliki umat manusia. Keberlangsungan bumi harus dijaga dari segala beban lingkungan. Peradaban bumi dapat dilakukan lewat aksi sekaligus gerakan. Puisi lingkungan merupakan gerakan budaya yang berperan memberikan penyadaran melalui diksi-diksi pilihan.

Sebatang ceri itu berselimut embun

Bertanya pada sekeping pagi

Adakah renjis gerimis masih berbisik?

Membasuh kisah-kisah rancu

Tentang air yang dipisahkan dengan tanah

Tentang rumput yang dicerabut dari hamparan

Tentang kicauan yang diredam dari irama

(Sebatang Ceri Itu, 2020)

Puisi Perlawanan

Puisi perlawanan ditulis untuk menegakkan kebenaran. Seperti kasus perjuangan rakyat Palestina memperjuangkan haknya adalah bagian menuntut peradaban yang semestinya.

Batu-batu yang selalu kudengar berteriak

“Lemparkan aku ke wajah pengkhianat”

“Biarkan aku menjadi sahid, menjadi batu penghias surga”

Kini aku tetap tergagu di sudut Aqsho

Berteman lautan batu yang setia berzikir

(Tergagu di Sudut Aqsa, 2012)

Mari rawat peradaban bumi meski lewat diksi.

Sumber:

Samuel, Benturan Antar Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia, Terj. Sadat
Ismail, Qalam, Jakarta, 2001.

https://jaririndu.blogspot.com/2011/07/peranan-sastra-dalam-dunia-pendidikan.html

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan