Sulap Limbah Air Cuci Piring Jadi Pupuk Sawit KKN 95 UMRI Menciptakan Peluang Ekonomi di Sorek Satu

2

Sorek Satu, 26 Agustus 2026

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 95 melaksanakan program kerja utama, berupa edukasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dari air limbah cuci piring menggunakan EM4. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB. Bertempat di SDN 018 Sorek Satu, Kelurahan Sorek Satu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anggota KKN Kelompok 95 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mizan Asnawi, SE., M.Ec.Dev yang melibatkan guru SDN 018 Sorek Satu sebagai audiens. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Zahra Alfaridzi selaku pemateri memberikan edukasi sekaligus mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan pupuk organik cair. Air limbah yang berasal dari aktivitas mencuci piring dimanfaatkan sebagai bahan utama, kemudian diolah dengan bantuan EM4 sebagai aktivator dalam proses fermentasi.

Zahra menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus memperkenalkan alternatif dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk tanaman kelapa sawit.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi bahwa air limbah cuci piring yang biasanya dibuang begitu saja masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Selain membantu mengurangi limbah, pupuk ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti pupuk kimia dan membantu menghemat biaya pupuk untuk tanaman sawit,” ujar Zahra, selaku pemateri.

Program kerja utama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat terhadap pupuk untuk tanaman kelapa sawit, sementara harga pupuk kimia yang digunakan dalam perawatan tanaman sawit cukup tinggi. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Kelompok 95 untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah air cuci piring sebagai salah satu alternatif yang dapat dikembangkan.

Dalam praktiknya, Zahra menjelaskan tahapan pembuatan mulai dari persiapan bahan, pencampuran air limbah dengan bahan pendukung, penambahan EM4, hingga proses fermentasi. Edukasi dan praktik secara langsung dilakukan agar peserta dapat memahami proses pembuatan dan memiliki gambaran mengenai cara pemanfaatannya.

Pemanfaatan air limbah cuci piring diharapkan dapat mengurangi limbah yang terbuang sia-sia sekaligus hemat biaya. Tidak hanya berorientasi pada penghematan biaya, Kelompok KKN 95 juga memperkenalkan potensi nilai ekonomi dari pupuk organik cair yang dihasilkan. Apabila dikembangkan dan dikelola dengan baik, pupuk tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri maupun berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha dan sumber penghasilan tambahan.

Salah satu guru SDN 018 Sorek Satu, Ibuk Epi turut memberikan tanggapan terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 95.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah air cuci piring yang sebelumnya hanya dibuang. Kami berharap ilmu yang diberikan mahasiswa dapat bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibuk Epi.

Melalui program kerja utama ini, KKN Kelompok 95 UMRI berupaya menghadirkan inovasi sederhana yang memiliki manfaat terhadap ekonomi.

Penulis: Tim KKN Kelompok 95 UMRI

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan