Memahami Evolusi Linguistik: Catatan Shafwan Hadi Umry

25

Pemerhati budaya Jaya Suprana,sang cendekiawan multitalenta Indonesia memaparkan secara sederhana bagaimana proses sejarah bahasa yang dipakai manusia sejak berabad-abad yang lalu.

Pada tulisan ini saya kembali merangkai informasi pikiran Jaya Suprana yang disampaikannya secara tuntas tentang sejarah bahasa yang dipakai manusia.

Agar pemaparan Jaya Suprana lebih tuntas saya membuat sekadar contoh untuk memhami uraian yang disampaikan beliau.

Linguistik adalah ilmu yang paling terlambat lahir, padahal paling tua digunakan. Manusia sudah berbahasa 100.000 tahun, tetapi baru 200 tahun.Noam Chomsky mengatakan , “Bahasa bukan kebiasaan yang dipelajari, tetapi naluri bawaan.”

Linguistik adalah ilmu yang paling terlambat lahir, padahal paling tua digunakan. Manusia sudah berbahasa 100.000 tahun, tetapi baru 200 tahun terakhir kita bertanya: Bahasa itu apa sebenarnya?

Zaman Kuno: Bahasa adalah Sihir (Abad 5 SM – 15 SM)

Orang pertama yang memikirkan bahasa bukan filsuf, tetapi pendeta.Di India, Panini (abad 4 SM) menulis Astadhyayi : 3.959 aturan tata bahasa Sanskerta. Ini adalah buku linguistik pertama di dunia, dan sampai sekarang dianggap karya paling sempurna. Tujuannya religius: Agar mantra Weda tidak salah diucapkan, karena salah ucap bisa membuat dewa marah.

• Di Yunani, Plato dan Aristoteles berdebat: Apakah kata “pohon” berhubungan alami dengan pohon, atau hanya kesepakatan? Ini melahirkan dua kubu yang perang sampai sekarang: Naturalis vs konvensionalis.

Di Arab, Sibawayh (760 – 796) menulis Al-Kitab, tata bahasa Arab pertama, agar orang non-Arab tidak salah baca Al-Quran. Ilmu bahasa lahir dari kebutuhan menjaga kesucian teks suci.

Zaman Pertengahan: Bahasa adalah Logika

Di Eropa abad Pertengahan, bahasa dianggap cermin pikiran Tuhan. Tata bahasa Latin diajarkan sebagai logika. Kalau kalimatmu salah, pikiranmu juga salah. Inilah zaman Modistae — mereka percaya struktur bahasa sama dengan struktur realitas.

Contoh kasus bahasa:

Rumah ini mau dijual
bisakah rumah menjual dirinya?
Apakah rumah punya kemauan?
Subyek benda mati (rumah) tak bisa menjual
Sama halnya juga dengan kalimat:
Sampan mau karam, film Boby mau ditonton

Zaman Modern Awal: Bahasa adalah Silsilah (1786 – 1900)

Revolusi terjadi tahun 1786. Seorang hakim Inggris di India, Sir William Jones, kaget: Sanskerta, Latin, dan Yunani mirip sekali. Kata “pitar” (Sanskerta), “pater” (Latin), “father” (Inggris) pasti satu nenek moyang.

Contoh

Tulisan Terkait

Etimologi (asal-usul kata)
Ibu pertiwi mother land feminism,
Bapak partowo father landmaskulin
Father land-> penjajah, agresif
Moher land dijajah . impresif, pasrah

Linguistik Komparatif

Lahirlah linguistik historis komparatif. Para sarjana seperti Grimm dan Bopp membuktikan semua bahasa Eropa dan India berasal dari satu ibu: Proto-Indo-Eropa yang hidup 6.000 tahun lalu dan tidak meninggalkan tulisan.
Kasus ini seperti Darwin, tetapi untuk bahasa. Bahasa berevolusi, bercabang, punah. Bahasa bukan ciptaan Tuhan yang statis, tetapi gagasan manusia yang dinamis.

Zaman Modern: Bahasa adalah Struktur (1916 – 1957)

Bahasa adalah sistem/struktur:
Ini hari, saya punya urusan sibuk sekali (tidak bersistem)
Hari ini urusan saya sibuk sekali (bersistem)
Maksud daripada penataran ini adalah meningkatkan kemmpuan petatar (rancu)
Maksud penataran ini adalah meningkatkan kemampuan petatar (benar)
Pada tahun 1916, Ferdinand de Saussure, profesor Swiss, menerbitkan Cours de Linguistique Générale. Ia berkata: Berhenti melihat sejarah kata, lihat sistemnya sekarang. Menurut Saussure, bahasa seperti permainan catur. Buah catur tidak penting dari kayu apa, yang penting aturannya. Kata “kucing” tidak penting bunyinya, yang penting bedanya dengan “anjing” dan “kucing”. Makna lahir dari perbedaan, bukan dari benda itu sendiri.
Inilah strukturalisme — fondasi linguistik modern.

Zaman Kontemporer: Bahasa adalah Otak (1957 – sekarang)

Contoh :
Yang memakai HP harap dimatikan (tidak benar)
Pemakai HP harap mematikan HP-nya (benar)

Tahun 1957, (41 tahun kemudian ) Noam Chomsky muda berusia 28 tahun menghancurkan Saussure. Dalam buku Syntactic Structures, ia mengatakan: Bahasa bukan kebiasaan yang dipelajari, tetapi naluri bawaan. Anak tiga tahun tidak pernah diajari tata bahasa, tetapi bisa membuat kalimat yang belum pernah ia dengar: “Aku tidak mau makan tomat jelek itu.” Dari mana ia tahu? Karena di otak ada Universal Grammar = perangkat bahasa yang sudah terpasang sejak lahir, seperti sayap pada burung.

Sejak Chomsky, linguistik berpisah: Satu Cabang ke otak dan komputer (neurolinguistik dan AI), satu cabang ke masyarakat (sosiolinguistik).

Contoh
Berapa rokok sebungkus ? (benar secara sosiolinguistik)
Hai tukang rokok, berapakah harga rokok ini sebungkus? (kurang tepat dari segi sosiolinguistik)

Proses Evolusi Bahasa

Dari luar ke dalammantra Logika silsilah sistem sosial otak manusia.

Evolusi linguistik bergerak dari luar ke dalam: Dari mantra suci (India), ke logika Tuhan (abad Pertengahan), ke silsilah keluarga (abad ke-19), ke sistem sosial (Saussure), ke dalam otak manusia itu sendiri (Chomsky).

Kita mulai bertanya “Bagaimana cara bicara yang benar?” dan berlanjut bertanya “Mengapa manusia satu-satunya makhluk yang bisa bertanya ?

Jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang, tapi tanyakanlah pada pikiran Anda yang jelas dan terang. Bahasa adalah pikiran. Merusak bahasa sama dengan merusak pikiran!

Sumber Bacaan, Jaya Suprana, “Evolusi linguistik”,  Satupena Nasional, 2026

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan