Candi Itu | Puisi : Tsuraya

183

CANDI ITU

Cahaya sang ghandy pada tengah hari itu sangat cerah

Seolah menyambut kedatanganku ke persinggahanmu

Pikiran ini membawaku kembali kepada 365 hari yang lalu

Dimana Candi Borobudur dan pesona relief nya menjadi saksi bisu

sebuah kenangan indah terakhir kita lahir

Raga dan jiwa mu yang dulu selalu mewarnai hari demi hari,

kini telah pudar dan tinggalah menjadi abu kenangan

Aku disini, menemani mu yang sedang tertidur pulas

Aku disini, duduk diantara tanah ditemani rumput hijau dan semerbak harum bunga

Aku disini, melihat nama indahmu terlukis rapi

pada batu nisan yang terlihat seperti prasasti yang sangat berharga

Air mataku keluar tanpa izin dari kedua kelopak mataku

yang dulu seringkali kau bilang indah

Melihat mu tanpa raga di sini dan sebuah cerita yang pernah kita rangkai,

kini sudah menjadi sejarah yang kita buat bersama

Aku percaya, kita akan bertemu kembali

sebagai dua insan yang abadi dan di takdirkan bersama dikehidupan selanjutnya

Selamat tidur, manusia emas ku

Mimpi indah yang panjang sudah menantimu,

Akan selalu kutunggu rangkaian kata kata indahmu

saat malaikat maut mengetuk pintu rumahku suatu saat nanti.

Duri, 14 Januari 2022


Tsuraya, Siswa SMA Cendana Mandau Kelas X-MIPA 1

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan