

Cahaya sang ghandy pada tengah hari itu sangat cerah
Seolah menyambut kedatanganku ke persinggahanmu
Pikiran ini membawaku kembali kepada 365 hari yang lalu
Dimana Candi Borobudur dan pesona relief nya menjadi saksi bisu
sebuah kenangan indah terakhir kita lahir
Raga dan jiwa mu yang dulu selalu mewarnai hari demi hari,
kini telah pudar dan tinggalah menjadi abu kenangan
Aku disini, menemani mu yang sedang tertidur pulas
Aku disini, duduk diantara tanah ditemani rumput hijau dan semerbak harum bunga
Aku disini, melihat nama indahmu terlukis rapi
pada batu nisan yang terlihat seperti prasasti yang sangat berharga
Air mataku keluar tanpa izin dari kedua kelopak mataku
yang dulu seringkali kau bilang indah
Melihat mu tanpa raga di sini dan sebuah cerita yang pernah kita rangkai,
kini sudah menjadi sejarah yang kita buat bersama
Aku percaya, kita akan bertemu kembali
sebagai dua insan yang abadi dan di takdirkan bersama dikehidupan selanjutnya
Selamat tidur, manusia emas ku
Mimpi indah yang panjang sudah menantimu,
Akan selalu kutunggu rangkaian kata kata indahmu
saat malaikat maut mengetuk pintu rumahku suatu saat nanti.
Duri, 14 Januari 2022
Tsuraya, Siswa SMA Cendana Mandau Kelas X-MIPA 1